Pemerintah Korsel Dorong Warganya Menikah dengan Beri Uang Rp826 Juta

AKURAT.CO Pemerintah Korea Selatan tengah gencar mendorong warganya untuk menikah dan memiliki anak.
Pasalnya, negara ini sedang menghadapi krisis demografi akibat rendahnya angka kelahiran di Korea Selatan.
Baca Juga: Erick Thohir Ingin Mental Timnas Indonesia U-20 Lebih Siap setelah Uji Coba di Korea Selatan
Salah satu upaya yang dilakukan adalah membentuk komunitas lokal multikultural dengan memberikan insentif berupa uang tunai kepada pasangan yang bersedia menikah.
Mengutip Folkative pada Selasa (27/8/2024), pemerintah lokal di Korea Selatan menawarkan sejumlah uang tunai yang cukup besar, mencapai sekitar Rp826 juta, kepada pasangan yang memenuhi syarat tertentu.
Program ini akan dimulai pada Oktober mendatang dan ditargetkan untuk para lajang kelahiran tahun 1981 hingga 2001 (mulai umur 23 tahun sampai 43 tahun) yang bertempat tinggal di distrik Saha-gu, Busan.
Pemerintah awalnya akan memberikan 500.000 won atau sekitar Rp5,8 juta kepada setiap individu yang mendaftar sebagai calon pasangan.
Setelah itu, pemerintah akan memberikan tambahan sebesar 1 juta won atau sekitar Rp11,6 juta bagi pasangan yang melanjutkan hubungannya ke jenjang pertunangan.
Jika pasangan tersebut melangsungkan pernikahan, mereka akan mendapatkan hadiah sebesar 20 juta won atau sekitar Rp116 juta sebagai bentuk apresiasi.
Pasangan yang baru saja menikah juga berhak menerima dana jaminan rumah sebesar 30 juta won atau sekitar Rp349 juta ataupun subsidi biaya sewa bulanan sebesar 800.000 won atau sekitar Rp9,3 juta selama maksimal lima tahun.
Pasangan yang berhasil berpacaran hingga pernikahan melalui program ini dapat menerima bantuan keuangan mulai dari 53 juta won atau sekitar Rp616 juta hingga 71 juta won atau sekitar Rp826 juta.
Meskipun begitu, aturan khusus dan skala acara belum diumumkan, tetapi pendaftaran peserta akan melalui proses peninjauan dokumen dan wawancara untuk menentukan siapa yang akan dipilih.
Jika acara ini berhasil menarik minat dan menghasilkan dampak positif, pemerintah Saha berencana menjadikannya acara tahunan dengan partisipasi yang lebih luas, termasuk warga negara asing.
Baca Juga: Mengapa Rasulullah SAW. Menyarankan Para Pemuda untuk Menikah?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






