Profil Yoav Gallant, Menteri Pertahanan Israel yang Dipecat Netanyahu

AKURAT.CO Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara mengejutkan memecat Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant.
Dikutip dari berbagai sumber, Rabu (6/11/2024), Gallant mengungkapkan bahwa pemecatannya didasari oleh tiga alasan.
Salah satunya adalah penentangannya terhadap undang-undang yang dianggapnya "korup", yang diajukan oleh Netanyahu. Undang-undang tersebut bertujuan untuk membebaskan kelompok ultra-ortodoks (haredim) dari kewajiban militer dan memungkinkan mereka untuk tidak bergabung dengan Angkatan Pertahanan Israel (IDF).
Gallant berpendapat bahwa pengecualian tersebut tidak dapat diterima, terutama mengingat tantangan keamanan yang akan dihadapi Israel dalam beberapa tahun mendatang.
Sehubungan dengan itu, berikut profil Yoav Gallant yang resmi dipecat Netanyahu.
Profil Yoav Gallant
Yoav Gallant adalah seorang mantan jenderal yang memasuki dunia politik pada tahun 2015.
Ia memulai karier militernya pada tahun 1977 sebagai anggota pasukan komando angkatan laut Shayetet 13.
Kariernya sempat terhenti di awal 1980-an ketika ia pindah ke Alaska dan bekerja sebagai penebang pohon, sebelum akhirnya kembali ke angkatan laut.
Pada tahun 1992, Gallant diangkat untuk memimpin Shayetet 13, dua tahun setelah sempat beralih ke angkatan darat.
Setelah tiga tahun memimpin pasukan elit itu, Gallant dipromosikan menjadi komandan Divisi Gaza dan kemudian memimpin Divisi Lapis Baja Cadangan ke-340 (Formasi Idan).
Baca Juga: Pemegang Saham Pengendali Fortune Indonesia (FORU) Divestasi 1,5 Juta Saham
Pada tahun 2001, ia menjabat sebagai Kepala Staf Markas Besar Angkatan Darat (GOC).
Pada tahun 2008, Gallant memimpin pasukan Israel dalam operasi militer besar melawan Hamas di Jalur Gaza yang dikenal dengan nama Operasi Cast Lead.
Operasi ini berlangsung hampir sebulan dan mengakibatkan korban jiwa, yaitu 1.418 warga Palestina dan 13 warga Israel.
Setelah mengakhiri karier militernya pada tahun 2015, Gallant terjun ke dunia politik.
Sebagai politisi, ia langsung menduduki jabatan Menteri Perumahan dan Konstruksi dalam pemerintahan yang baru.
Pada 2018, Gallant bergabung dengan Partai Likud yang dipimpin oleh Netanyahu dan kemudian menjabat sebagai Menteri Aliyah dan Integrasi, serta Menteri Pendidikan.
Pada 2022, ia akhirnya menjabat sebagai Menteri Pertahanan Israel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








