Iran Dukung Penuh Keputusan Hizbullah dan Perlawanan di Timur Tengah

AKURAT.CO Penasihat senior Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ali Larijani, kembali menegaskan komitmen Iran dalam mendukung keputusan apa pun yang diambil oleh gerakan perlawanan Lebanon, Hizbullah.
Pernyataan ini disampaikan Larijani dalam wawancaranya dengan Al Mayadeen, Sabtu (16/11/2024), seperti dilaporkan oleh IRNA.
Larijani mengungkapkan, ia membawa pesan langsung dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, kepada Presiden Suriah Bashar Assad dan Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri.
Pesan tersebut menegaskan dukungan penuh Iran terhadap rakyat Suriah, Lebanon, dan gerakan perlawanan di kawasan.
Baca Juga: KPK Ditagih Kepastian Hukum Soal Dugaan Korupsi yang Melibatkan Pramono Anung dan Rano Karno
“Hizbullah memiliki kepemimpinan yang bijaksana dengan rasionalitas politik yang matang,” ujar Larijani, menegaskan keyakinannya pada kemampuan kelompok tersebut dalam menghadapi tantangan regional.
Mengomentari konflik yang terus memanas di Lebanon Selatan, Larijani menyebutkan, tindakan rezim Israel menunjukkan ketidakrasionalan dan kegagalannya.
Ia juga menyatakan bahwa rancangan perjanjian gencatan senjata yang sedang diupayakan dapat berhasil jika Amerika Serikat dan Israel tidak melanggar kesepakatan.
Larijani menyindir Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang bermimpi menguasai Timur Tengah namun dinilai terlalu bergantung pada kekuatan Amerika Serikat.
Menurutnya, perubahan di kawasan ini tidak akan terjadi melalui ambisi individu, melainkan oleh perjuangan nyata mereka yang berani menghadapi musuh.
Baca Juga: Komisi III Soal Kasus Tom Lembong: Jangan Tindaklanjuti Kejahatan karena Pesanan
“Pembentukan Timur Tengah yang baru tidak ditentukan oleh kekuatan imperialistik, tetapi oleh mereka yang berjuang di garis depan melawan penindasan,” tegas Larijani.
Dalam pandangannya, tindakan genosida yang dilakukan Zionis di Jalur Gaza justru telah memperkuat semangat perlawanan rakyat di kawasan.
Larijani optimistis bahwa kemenangan akan tercapai berkat ketangguhan masyarakat yang terus melawan.
Larijani memimpin delegasi diplomatik Iran dalam kunjungannya ke Damaskus pada 14 November. Di sana, ia bertemu dengan pejabat tinggi Suriah untuk membahas perkembangan kawasan.
Kunjungan berlanjut ke Lebanon, di mana ia bertukar pandangan dengan pemimpin-pemimpin senior Arab, termasuk membahas situasi terkini di Timur Tengah.
Dengan dukungan Iran yang semakin tegas, peta geopolitik Timur Tengah tampaknya akan terus bergolak.
Dukungan terhadap perlawanan menjadi sinyal bahwa Iran tidak akan mundur dari perannya dalam mendukung stabilitas dan perjuangan di kawasan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









