Indonesia Tolak Relokasi Warga Gaza, Fokus Lakukan Ini

AKURAT.CO Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Anis Matta, menegaskan, pemerintah Indonesia menolak rencana relokasi warga Gaza pasca gencatan senjata antara Israel dan Palestina.
Pernyataan ini merespons usulan kontroversial dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berencana memindahkan pengungsi Palestina dari Gaza ke Indonesia.
Usulan tersebut sebelumnya diungkapkan oleh Steve Witkoff, utusan Trump untuk Timur Tengah, dalam wawancara dengan NBC pada Minggu (19/1/2025).
Menurut Anis Matta, relokasi bukanlah solusi untuk masalah Gaza. Sebaliknya, upaya rekonstruksi di wilayah tersebut harus menjadi prioritas utama.
"Pada dasarnya, kita tidak bisa menerima relokasi warga Gaza karena rekonstruksi bukan menjadi kendala atau alasan untuk melakukan relokasi," ujar Anis kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/1/2025).
Baca Juga: Kemas Ridwan Kurniawan Dilantik sebagai Dekan Fakultas Teknik UI Periode 2025–2029
Hingga saat ini, Anis memastikan bahwa pemerintah Indonesia belum pernah membahas rencana relokasi warga Gaza ke tanah air.
“Sampai sekarang, tidak ada pembicaraan resmi mengenai hal itu,” tegasnya.
Indonesia terus berkomitmen mendukung Palestina melalui pendekatan diplomatik dan berbagai program bantuan kemanusiaan.
Lebih lanjut, Anis mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan melakukan kunjungan kerja ke beberapa negara Timur Tengah dalam waktu dekat.
Namun, ia belum dapat memastikan apakah agenda tersebut akan mencakup pembahasan mengenai relokasi warga Gaza.
“Presiden akan melakukan perjalanan ke luar negeri dalam waktu dekat, insyaAllah ke beberapa negara di Timur Tengah,” tambahnya.
Indonesia secara konsisten mendukung solusi dua negara (two-state solution) sebagai cara menyelesaikan konflik Palestina-Israel.
Baca Juga: KPK Jadwalkan Pemeriksaan Pengacara Simon Petrus Terkait Kasus Harun Masiku
Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya rekonstruksi Gaza dan stabilitas kawasan tanpa melibatkan relokasi warganya ke negara lain.
Dengan langkah ini, Indonesia menunjukkan sikap tegas terhadap usulan yang dianggap tidak relevan dengan penyelesaian konflik di Gaza.
Rekonstruksi dan perdamaian berkelanjutan tetap menjadi prioritas pemerintah dalam mendukung perjuangan Palestina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








