CEK FAKTA: Paus Fransiskus Meninggal Akibat Pneumonia Ganda, Ini Penjelasan Vatikan

AKURAT.CO Beredar kabar bahwa pemimpin umat Katolik Roma, Paus Fransiskus, meninggal dunia akibat pneumonia ganda dan sempat kritis selama dua hari berturut-turut.
Tentu,
Namun, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, klaim tersebut terbukti tidak benar.
Pada 23 Februari 2025, Vatikan merilis pernyataan resmi yang mengonfirmasi bahwa kondisi kesehatan Paus masih dalam pemantauan ketat.
Baca Juga: Kondisi Paus Fransiskus Kritis, Diberi Oksigen Tambahan dan Transfusi Darah
Ia mengalami kesulitan bernapas akibat asma yang berkepanjangan, tetapi tidak ada laporan yang menyebutkan bahwa beliau meninggal dunia.
"Kondisi Paus masih tergolong kritis. Namun, sejak tadi malam, beliau tidak mengalami krisis pernapasan lebih lanjut," demikian pernyataan Vatikan, dikutip dari Reuters pada Senin (24/2/2025).
Sebagai bagian dari perawatannya, Paus Fransiskus menerima transfusi dua kantung darah merah terkonsentrasi untuk membantu menstabilkan kondisinya.
Sejauh ini, kadar trombositnya tetap dalam batas normal, meskipun hasil tes darah mengindikasikan adanya gangguan fungsi ginjal ringan yang masih dalam pengawasan tim medis.
"Situasi kesehatan Paus cukup kompleks. Para dokter masih menunggu perkembangan dari terapi farmakologis sebelum dapat memberikan gambaran prognosis jangka panjang," tambah pernyataan resmi dari Vatikan.
Paus Fransiskus Tetap Menyampaikan Pesan Kasih di Tengah Kondisi Kritis
Meski kesehatannya sedang mengalami tantangan besar, Paus Fransiskus tetap menunjukkan keteguhan hati dan kepeduliannya terhadap umat Katolik serta masyarakat dunia.
Dalam kondisi kritis, beliau masih menyempatkan diri untuk membagikan pesan kasih melalui akun X resminya pada Minggu (23/2/2025),
Dalam unggahannya, Paus menekankan pentingnya semangat persaudaraan dan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari.
"Saya mengajak Anda semua untuk terus menjalankan kerasulan dengan sukacita dan menjadi simbol cinta yang merangkul setiap orang, sebagaimana yang diajarkan dalam #GospelOfTheDay," tulisnya di akun @Pontifex.
Lebih dari sekadar pesan rohani, Paus Fransiskus juga menyerukan pentingnya membangun dunia yang lebih harmonis dan penuh cinta.
Beliau mengajak umat manusia untuk mengubah kejahatan menjadi kebaikan serta tidak ragu mengambil risiko demi kebenaran dan kasih.
"Semoga kita mampu mengubah kejahatan menjadi kebaikan dan membangun dunia yang lebih bersaudara. Jangan takut untuk mengambil risiko demi cinta!" imbuhnya.
Di tengah perjuangannya melawan penyakit, Paus Fransiskus juga mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan doa yang terus mengalir dari berbagai belahan dunia.
"Akhir-akhir ini, saya menerima banyak pesan kasih sayang, dan saya khususnya tersentuh oleh surat-surat dan gambar-gambar dari anak-anak," ungkapnya dengan penuh haru.
Ia juga menambahkan bahwa dukungan yang diterimanya dari umat Katolik dan masyarakat dunia memberikan semangat tambahan baginya untuk terus berjuang menghadapi penyakitnya.
"Terima kasih atas kedekatan kalian, dan atas doa-doa penghiburan yang saya terima dari seluruh dunia!" pungkasnya.
Pesan-pesan yang disampaikan oleh Paus Fransiskus di tengah kondisi kesehatannya yang menurun menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang.
Doa untuk kesembuhannya terus berdatangan dari seluruh dunia, mencerminkan rasa cinta dan penghormatan yang mendalam terhadap pemimpin spiritual Katolik ini.
Baca Juga: Paus Fransiskus Kritis, Vatikan Bersiap Hadapi Transisi Kepemimpinan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









