Koalisi Partai Islam Bangladesh Siap Terapkan Syariat Jika Menang Pemilu

AKURAT.CO Sebuah koalisi partai-partai Islam di Bangladesh menyatakan niatnya untuk menjadikan negara itu sebagai negara Islam berbasis syariat jika berhasil memenangkan pemilu yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2025.
Kelompok tersebut, Hefazat-e-Islam, yang beranggotakan sejumlah partai dan organisasi Muslim konservatif, mengumumkan rencana tersebut kepada media internasional.
“Kami akan menerapkan syariah,” ujar Muhammad Mamunul Haque, Sekretaris Hefazat-e-Islam seperti dikutip AFP, Jumat (2/5/2025).
Ia juga menegaskan bahwa jika mereka berhasil memasuki parlemen, maka hukum Islam akan menjadi dasar pemerintahan Bangladesh.
Koalisi ini akan memulai kampanye resmi di ibu kota Dhaka pada Sabtu (3/5/2025) guna meraih dukungan dari kalangan Islamis garis keras.
Baca Juga: Heboh Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Bangladesh Berujung Rusuh, Apa yang Terjadi?
Sejak tergulingnya Perdana Menteri Sheikh Hasina pada Agustus 2024, pengaruh Hefazat-e-Islam kian meningkat di tengah kekosongan kekuasaan dan ketidakpastian politik.
Kebangkitan kelompok-kelompok Islamis ini turut memicu kekhawatiran dari kalangan minoritas, seperti komunitas Hindu dan Muslim Sufi, serta kaum perempuan. Mereka mencemaskan hilangnya kebebasan sipil dan budaya di bawah interpretasi konservatif hukum Islam.
Kelompok Islamis disebut-sebut berencana melarang sejumlah kegiatan budaya yang dianggap bertentangan dengan ajaran Islam, termasuk festival musik, teater, pertandingan sepak bola perempuan, dan kontes layang-layang.
Bangladesh saat ini memiliki konstitusi yang berdasar pada empat prinsip: nasionalisme, sosialisme, demokrasi, dan sekularisme. Namun, Haque menyampaikan visi yang berbeda.
Baca Juga: Resep Viral TikTok Menu Buka Puasa Mie Bangladesh Nyemek, Pedas Gurih Bikin Nagih!
“Semuanya akan dipandu oleh Al-Qur’an... di bawah negara kesejahteraan Islam. Semua orang, apa pun keyakinannya, akan diperlakukan secara adil,” katanya menegaskan.
Dalam pemilu mendatang, Hefazat-e-Islam akan bersaing dengan sejumlah kekuatan politik besar, termasuk Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) dan Partai Warga Nasional (NCP). Mereka juga akan berhadapan dengan partai Islamis lain yang lebih mapan, Jamaat-e-Islami.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








