Kupas Tirai Korea Utara: Profil Kim Jong Un Sang Diktator

AKURAT.CO Kim Jong Un adalah pemimpin tertinggi Korea Utara (Republik Demokratik Rakyat Korea) sejak Desember 2011 menggantikan ayahnya, Kim Jong Il.
Dia merupakan generasi ketiga dari dinasti Kim yang berkuasa di Korea Utara setelah kakeknya, Kim II Sung, pendiri negara tersebut.
Baca Juga: Trump Puji Korut untuk Tidak Tampilkan Rudal di Parade Ultah Kim Il-sung
Diketahui Kim Jong Un lahir di Pyongyang pada 8 Januari, namun tahun kelahirannya masih diperdebatkan antara di tahun 1982, 1983, atau 1984.
Anak bungsu dari tiga bersaudara ini pernah bersekolah di Swiss (International School of Berne), kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Kim II-sung dan National War College, Pyongyang.
Sebelum menjadi pemimpin tertinggi di Korea Utara, dia pernah menjadi Panglima Tertinggi Tentara Rakyat Utara, Ketua Komisi Militer Pusat Partai Buruh Korea, serta Sekretaris Pertama Partai Buruh Korea.
Kepemimpinan Kim Jong Un dikenal otoriter dan represif dengan berbagai kebijakan keras yang dilakukannya termasuk eksekusi terhadap lawan politik bahkan anggota keluarga sendiri seperti pamannya, Jang Song Thaek.
Dia juga dikenal sebagai sosok yang ambisius dalam mengembangkan senjata nuklir dan rudal balistik, sebuah langkah strategis yang terus memicu ketegangan di panggung geopolitik dunia, yang membuatnya dijuluki sebagai “rocket man.”
Gaya kepemimpinannya yang ditakuti dan penuh kontroversi, baik di dalam negeri maupun di mata internasional membuatnya sering dikritik karena mengutamakan stabilitas rezim dan kekuasaan pribadi di atas kesejahteraan rakyat.
Namun, meski kehidupan pribadi dan informasi detail tentang dirinya sangat dijaga ketat oleh negara, Kim Jong Un diketahui memiliki gaya hidup mewah yang kontras dengan kondisi rakyat Korea Utara yang banyak mengalami kelaparan dan kemiskinan.
Dengan kekuasaan absolut dan pengaruh besar dalam kebijakan domestik maupun luar negeri, terutama terkait isu nuklir dan hubungan internasional, sosoknya tetap diselimuti misteri karena kontrol informasi yang sangat ketat oleh rezim Korea Utara.
Aqila Shafiqa Aryaputri (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








