Israel Bunuh 5 Jurnalis Al Jazeera, DPR: Ini Serangan kepada Kebebasan Pers Dunia

AKURAT.CO Serangan udara Israel kembali menelan korban dari kalangan pekerja media. Lima jurnalis Al Jazeera tewas setelah tenda tempat mereka berlindung di luar gerbang utama Rumah Sakit al-Shifa, Gaza, menjadi target pada Minggu (10/8/2025).
Para korban adalah koresponden ternama Anas al-Sharif, Mohammed Qreiqeh, juru kamera Ibrahim Zaher, Mohammed Noufal, dan Moamen Aliwa.
Tragedi ini menambah panjang daftar korban jiwa dari kalangan jurnalis di Gaza, yang kini telah mencapai sekitar 200 orang sejak perang meletus pada 7 Oktober 2023.
Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, mengecam keras serangan tersebut dan mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil langkah tegas untuk menghentikan genosida yang dilakukan Israel.
Ia juga menyerukan agar komunitas internasional tidak tinggal diam.
“Pembunuhan terhadap jurnalis adalah bentuk kebiadaban dan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional. Jurnalis adalah mata dunia, mereka berada di garis depan untuk menyampaikan kebenaran. Menghilangkan nyawa mereka adalah upaya membungkam kebenaran,” tegasnya, Senin (11/8/2025).
Baca Juga: Deadline 30 September, Pemda Wajib Bentuk Tim Tanggap Insiden Siber
Syamsu menegaskan, serangan terhadap jurnalis bukan hanya menyerang individu, tetapi juga menghantam kebebasan pers dan hak publik untuk mendapatkan informasi.
Ia mendorong adanya gencatan senjata segera demi menghentikan pertumpahan darah, sekaligus membuka akses penuh bagi bantuan kemanusiaan.
“Jalur kemanusiaan harus dibuka selebar-lebarnya agar bantuan pangan, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya dapat segera sampai ke warga Gaza yang hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Ia juga menyerukan solidaritas dan doa bagi para korban, khususnya jurnalis yang gugur dalam tugas mulia mereka.
“Mereka tetap berada di Gaza meski taruhannya nyawa. Mereka selalu menjadi target tentara Israel,” tambahnya.
Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) sebelumnya menyampaikan keprihatinan mendalam atas keselamatan pekerja media di Gaza, mengingat lebih dari 200 jurnalis dan pekerja media telah tewas sejak perang pecah.
Baca Juga: KPK Ungkap Kerugian Negara Kasus Kuota Haji Capai Lebih dari Rp1 Triliun
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








