Helikopter Polisi Ditembak Jatuh, Bom Truk Meledak: Kolombia Kembali Berdarah

AKURAT.CO Kolombia kembali diguncang gelombang kekerasan. Dua serangan mematikan pada Kamis (21/8/2025) yang diduga dilakukan oleh kelompok gerilya pembangkang menewaskan 18 orang dan melukai puluhan lainnya. Insiden ini memperparah krisis keamanan Kolombia, yang kini menghadapi ancaman serius dari kelompok bersenjata menjelang pemilu tahun depan.
Bom Truk di Cali: 6 Orang Tewas, 60 Luka-Luka
Sekitar pukul 15.00 waktu setempat, sebuah truk bermuatan bahan peledak diledakkan di jalan ramai dekat sekolah penerbangan militer di Cali, kota terbesar ketiga di Kolombia. Ledakan itu menewaskan 6 orang dan melukai lebih dari 60 lainnya.
Saksi mata menggambarkan ledakan sangat kuat hingga menghancurkan rumah, membakar kendaraan, dan membuat warga panik. Wali Kota Cali, Alejandro Eder, langsung menetapkan status darurat militer dan melarang masuknya truk besar sementara waktu. Ia juga menawarkan hadiah US$10.000 (Rp164 juta) bagi warga yang memberikan informasi terkait pelaku.
Menteri Pertahanan Pedro Sanchez menuding serangan ini dilakukan oleh kelompok gerilya Staf Umum Pusat (EMC) yang dipimpin Ivan Mordisco, pecahan dari FARC (Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia) yang bubar setelah kesepakatan damai tahun 2016.
Drone Hantam Helikopter Polisi: 12 Polisi Tewas
Beberapa jam sebelumnya, di wilayah timur laut Kolombia, kelompok sempalan FARC lain melancarkan serangan menggunakan senjata api dan drone. Serangan itu menargetkan polisi yang sedang mengawasi pemberantasan ladang koka, bahan baku kokain.
Sebuah helikopter polisi berhasil ditembak jatuh, menewaskan 12 polisi dan melukai 3 lainnya. Awalnya serangan ini dikaitkan dengan kartel narkoba Clan del Golfo, namun investigasi lanjutan menyebut pelakunya adalah faksi lain dari EMC yang dipimpin komandan dengan nama samaran Calarca.
Eskalasi Kekerasan dan Ancaman Politik
Serangan-serangan ini menunjukkan kelompok bersenjata Kolombia semakin kuat dan mampu melakukan serangan kompleks. Banyak kelompok yang dulu berideologi kiri atau kanan kini berubah menjadi kartel narkoba yang mendanai diri lewat perdagangan kokain.
Kekerasan terbaru ini juga meningkatkan tekanan pada Presiden Gustavo Petro, yang kebijakan damainya justru dianggap memberi ruang bagi kelompok bersenjata. Petro menyatakan kelompok pembangkang FARC, Segunda Marquetalia, dan kartel Clan del Golfo akan segera dicap sebagai “organisasi teroris”.
Situasi makin mencekam karena Kolombia juga baru saja kehilangan calon presiden konservatif Miguel Uribe (39), yang ditembak mati saat berkampanye di Bogota pada Juni lalu. Tragedi ini mengingatkan publik pada era kelam 1980–1990-an, saat kartel narkoba, gerilyawan, dan paramiliter membuat Kolombia menjadi salah satu negara paling berbahaya di dunia.
Ancaman Serius bagi Perdamaian Kolombia
Serangan ganda pada Kamis lalu menandai salah satu hari paling berdarah di Kolombia dalam dekade terakhir. Para ahli menilai, jika pemerintah gagal mengendalikan situasi, maka Kolombia berisiko kembali ke masa-masa penuh kekerasan sebelum kesepakatan damai 2016.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








