Akurat
Pemprov Sumsel

Investigasi BBC: Perdagangan Foto Pelecehan Anak di X Tertaut ke Indonesia

Kumoro Damarjati | 26 Agustus 2025, 14:39 WIB
Investigasi BBC: Perdagangan Foto Pelecehan Anak di X Tertaut ke Indonesia

AKURAT.CO Seorang korban pelecehan seksual anak di Amerika Serikat, yang menyebut dirinya "Zora" (nama samaran), memohon kepada Elon Musk untuk menghentikan peredaran konten pelecehannya yang masih beredar di platform media sosial X.

“Mendengar pelecehan saya—dan banyak korban lain—masih disebarkan dan bahkan dijual di sini sungguh menyakitkan,” kata Zora. “Tubuh saya bukan komoditas. Tidak pernah, dan tidak akan pernah.”

Konten Ilegal Beredar di X

Investigasi BBC menemukan ribuan foto dan video pelecehan anak yang diperdagangkan secara terbuka di akun-akun X, meski platform tersebut menyatakan punya kebijakan “tanpa toleransi” terhadap materi pelecehan seksual anak (Child Sexual Abuse Material/CSAM).

Konten ini sebelumnya hanya beredar di dark web, namun kini tautan menuju konten tersebut terbuka di X, lengkap dengan promosi penjualan melalui aplikasi Telegram.

Pusat Nasional untuk Anak Hilang dan Tereksploitasi AS (NCMEC) mencatat lebih dari 20 juta laporan terkait CSAM pada tahun lalu. Angka ini menunjukkan betapa masifnya peredaran konten pelecehan anak secara online.

Jejak Perdagangan Sampai ke Indonesia

Saat menyamar sebagai pembeli, tim investigasi menemukan pedagang yang menawarkan “paket VIP” berisi ribuan foto dan video pelecehan anak, dengan sistem pembayaran melalui rekening bank yang terhubung dengan seseorang di Jakarta.

Ketika BBC menelusuri alamat tersebut, pria yang ditemui mengaku kaget dan menyangkal keterlibatannya. Ia mengatakan rekening banknya memang pernah dipakai untuk transaksi hipotek, namun tidak pernah dipakai lagi setelah itu.

Anonymous Turut Bergerak

Kelompok hacktivist Anonymous yang berusaha memerangi perdagangan konten pelecehan anak di X menyebut kondisi saat ini “semakin buruk”. Mereka menemukan lebih dari 100 akun pedagang yang terus bermunculan meski sudah berulang kali dihapus.

Beberapa akun bahkan menggunakan foto anak sungguhan sebagai avatar dan menyematkan kode rahasia di bio profil untuk menunjukkan bahwa mereka menjual materi ilegal.

Luka Lama Korban yang Tak Pernah Sembuh

Zora pertama kali dilecehkan oleh anggota keluarganya lebih dari 20 tahun lalu. Meski pelaku sudah dihukum, rekaman kejahatan itu terus beredar, diperdagangkan, dan bahkan membuat identitas Zora terbongkar oleh para penguntit.

“Saya merasa diintimidasi lagi atas kejahatan yang dulu merampas masa kecil saya,” ujarnya.

Tantangan untuk Elon Musk dan X

Sejak membeli Twitter pada 2022 dan mengubah namanya menjadi X, Elon Musk berjanji memberantas konten pelecehan seksual anak. Namun, investigasi ini menunjukkan masih banyak celah dalam moderasi konten, dan perdagangan global CSAM justru kian subur.

Kasus Zora menyoroti betapa sulitnya memberantas perdagangan foto dan video pelecehan anak secara online. Selain melibatkan jaringan global, kasus ini juga menunjukkan bagaimana rekening bank di negara lain bisa disalahgunakan untuk transaksi kejahatan digital lintas batas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.