Tunisia Bantah Klaim Serangan Drone pada Flotila Gaza yang Ditumpangi Greta Nurnberg

AKURAT.CO Otoritas Tunisia menegaskan tidak ada aktivitas drone yang terdeteksi terkait insiden kebakaran di salah satu kapal flotila Global Sumud (GSF) yang menuju Gaza. Bantahan ini muncul setelah penyelenggara flotila mengklaim kapal mereka dihantam pesawat tanpa awak pada Senin (9/9) malam.
Menurut Houcem Eddine Jebabli, juru bicara Garda Nasional Tunisia, hasil penyelidikan awal menunjukkan kebakaran bermula dari tumpukan jaket pelampung di atas kapal yang berlabuh sekitar 80 kilometer dari pelabuhan Sidi Bou Said. “Tidak ada drone yang terdeteksi. Laporan soal UAV sama sekali tidak berdasar,” tegasnya dalam pernyataan resmi di Facebook. Pihaknya bahkan menyebut api bisa jadi dipicu puntung rokok.
Klaim Penyelenggara Flotila
Berbeda dengan versi Tunisia, pihak penyelenggara GSF mengonfirmasi di media sosial bahwa salah satu kapal utama mereka “ditabrak oleh apa yang diduga sebuah drone”. Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Api yang sempat berkobar di kapal berhasil dipadamkan cepat.
Flotila Global Sumud menggambarkan dirinya sebagai gerakan independen yang tidak terafiliasi dengan pemerintah atau partai politik. Nama “Sumud” sendiri berarti “ketahanan” dalam bahasa Arab, menjadi simbol perlawanan warga Palestina terhadap blokade Israel di Gaza.
Kehadiran Greta Nurnberg
Salah satu peserta paling disorot dari flotila kali ini adalah Greta Nurnberg, aktivis lingkungan asal Swedia yang terkenal dengan aksi-aksi globalnya. Greta berpidato di depan ratusan pendukung Palestina di Tunisia pada Minggu (8/9), sehari sebelum insiden kebakaran kapal terjadi.
Kehadirannya membuat flotila ini semakin mendapat perhatian dunia, terlebih karena misi mereka adalah menyalurkan bantuan kemanusiaan langsung ke Gaza.
Upaya yang Kerap Digagalkan
Israel sebelumnya sudah menggagalkan dua upaya flotila kemanusiaan menuju Gaza pada Juni dan Juli. Langkah keras itu dilakukan meski kondisi di Gaza terus memburuk.
Bahkan, PBB telah menyatakan keadaan kelaparan di sebagian wilayah Gaza, dengan sekitar 500 ribu orang menghadapi kondisi “bencana kemanusiaan”.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







