Qatar Kecam Keras Netanyahu Soal Hamas dan Serangan Israel di Doha

AKURAT.CO Pemerintah Qatar mengecam keras pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyebut keberadaan kantor politik Hamas di Doha sebagai alasan sah bagi Israel untuk melakukan serangan udara di ibu kota Qatar. Doha menilai pernyataan tersebut sebagai “upaya memalukan” untuk membenarkan pelanggaran kedaulatan negara lain.
Pernyataan Kontroversial Netanyahu
Komentar Netanyahu muncul setelah serangan udara Israel pada Selasa (9/9/2025) yang menargetkan para pemimpin Hamas di Doha. Dalam pidatonya, Netanyahu secara langsung menyinggung Qatar.
“Usir mereka (Hamas) atau adili mereka. Jika tidak, kami yang akan melakukannya,” kata Netanyahu, dikutip media internasional.
Ia bahkan membandingkan operasi Israel di Doha dengan aksi Amerika Serikat memburu Al-Qaeda setelah tragedi 11 September 2001.
Respons Tegas Qatar
Kementerian Luar Negeri Qatar menolak keras pernyataan tersebut. Doha menegaskan bahwa Netanyahu “sepenuhnya mengetahui” kantor Hamas di Doha beroperasi dalam kerangka mediasi internasional yang diakui secara resmi, atas permintaan Amerika Serikat dan Israel sendiri.
Kementerian itu menambahkan, kantor politik Hamas di Doha selama ini berperan penting dalam memfasilitasi gencatan senjata, pertukaran tawanan, serta penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga sipil Palestina dan sandera Israel.
“Tidak ada mediasi internasional yang melibatkan Al-Qaeda. Perbandingan Netanyahu adalah upaya menyedihkan untuk membenarkan pelanggaran kedaulatan Qatar,” tegas pernyataan tersebut.
Narasi Netanyahu demi Kepentingan Politiknya
Doha juga menuding Netanyahu menggunakan retorika ekstremis demi kepentingan politik di dalam negeri. Menurut Qatar, Netanyahu saat ini tengah menghadapi tekanan hukum internasional dan sanksi global, sehingga pernyataan kerasnya justru memperdalam isolasi Israel di panggung internasional.
“Solidaritas internasional terhadap Qatar menunjukkan bahwa ancaman sembrono terhadap negara berdaulat ditolak mentah-mentah oleh masyarakat dunia,” lanjut pernyataan itu.
Qatar Tegaskan Peran sebagai Mediator
Qatar berjanji akan tetap menjadi mitra internasional yang tepercaya dan netral dalam membangun keamanan serta stabilitas kawasan. Doha juga menegaskan komitmennya terhadap Piagam PBB dan hukum internasional, sambil menyerukan dunia menolak retorika provokatif yang melemahkan upaya perdamaian.
Serangan Israel di Doha
Serangan udara Israel pada Selasa menewaskan sedikitnya lima anggota Hamas dan seorang perwira keamanan Qatar. Hamas menyebut sejumlah pemimpin mereka berhasil selamat dari serangan tersebut.
Qatar mengecam serangan itu sebagai “tindakan pengecut” sekaligus pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.
Sebagai salah satu mediator utama bersama AS dan Mesir, Qatar selama ini berperan penting dalam negosiasi gencatan senjata di Gaza. Perang Israel di Gaza sendiri telah menewaskan lebih dari 64.600 warga Palestina sejak Oktober 2023.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






