Australia Hadapi Bencana Kenaikan Muka Laut, Jutaan Jiwa dalam Bahaya

AKURAT.CO Lebih dari 1,5 juta warga Australia diperkirakan akan terdampak kenaikan muka air laut pada 2050. Ancaman ini muncul di tengah meningkatnya risiko cuaca ekstrem yang dipicu perubahan iklim. Temuan tersebut tercantum dalam laporan Penilaian Risiko Iklim Nasional yang dirilis pemerintah pada Senin.
Dampak Perubahan Iklim Semakin Nyata
Laporan setebal 72 halaman dari Australian Climate Service menegaskan bahwa banjir, siklon, gelombang panas, kekeringan, hingga kebakaran hutan kian sering melanda dan menjangkau wilayah yang sebelumnya aman. “Cuaca masa lalu tidak lagi bisa jadi patokan risiko masa depan,” tulis laporan itu, seraya memperingatkan ancaman “bahaya berlapis” yang mengancam masyarakat, ekonomi, dan cara hidup warga Australia.
Kota Pesisir Jadi Titik Rawan
Komunitas pesisir menjadi kelompok yang paling rentan. Laporan itu memperkirakan sekitar 597 ribu penduduk akan tinggal di zona berisiko banjir pesisir pada 2030, dan jumlahnya melonjak menjadi lebih dari 1,5 juta jiwa pada 2050, meski populasi nasional tidak mengalami peningkatan. Jika suhu global naik 1,5°C, muka air laut dapat naik 13 cm, sedangkan kenaikan suhu 3°C bisa memicu peningkatan hampir empat kali lipat, yakni hingga 57 cm.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Ancaman tersebut juga membawa konsekuensi ekonomi besar. Kerusakan properti, kenaikan premi asuransi, dan kerugian nilai properti yang diperkirakan mencapai AUD 406 miliar menjadi bayang-bayang serius. Masyarakat adat Aborigin dan Penduduk Kepulauan Selat Torres diprediksi menghadapi tekanan ganda, mulai dari tantangan kesehatan hingga ancaman terhadap kedaulatan tanah dan warisan budaya mereka.
Ancaman di Wilayah Utara
Laporan ini juga menyoroti Australia Utara yang menghadapi panas ekstrem dan penyakit menular seperti malaria, disertai gangguan rantai pasokan yang vital bagi masyarakat terpencil. Perubahan iklim diperkirakan akan mengurangi kemampuan ekosistem unik seperti Great Barrier Reef, hutan hujan tropis, dan hutan eukaliptus untuk mempertahankan keanekaragaman hayati.
Upaya Pemerintah
Untuk menanggapi ancaman ini, pemerintah meluncurkan Rencana Adaptasi Nasional yang mencakup berbagai langkah mitigasi, termasuk Dana Siap Bencana senilai AUD 666 juta untuk proyek infrastruktur, manajemen darurat, dan ketahanan iklim. Menteri Perubahan Iklim dan Energi Chris Bowen menegaskan bahwa setiap derajat pemanasan yang bisa dicegah saat ini akan melindungi generasi mendatang dari dampak terburuk.
Target Emisi
Australia saat ini menargetkan pengurangan emisi sebesar 43% pada 2030 dan dijadwalkan mengumumkan target 2035 dalam beberapa hari ke depan, meski pemerintah masih menuai kritik terkait ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







