Slovakia dan Hongaria Tolak Tekanan AS untuk Hentikan Impor Minyak dan Gas Rusia

AKURAT.CO Slovakia dan Hongaria menegaskan tidak akan mengikuti desakan Presiden AS Donald Trump agar negara-negara Uni Eropa segera menghentikan impor minyak dan gas dari Rusia, kecuali sudah tersedia pasokan energi alternatif yang memadai.
Menteri Ekonomi Slovakia Denisa Sakova menyatakan negaranya belum bisa berkomitmen penuh tanpa infrastruktur yang mendukung rute energi pengganti. “Jika tidak ada jalur alternatif, industri dan ekonomi kami bisa terdampak serius,” ujarnya di Bratislava, Rabu.
Nada serupa disampaikan Gergely Gulyas, Menteri Kabinet Hongaria. Ia menegaskan Budapest akan menolak kebijakan Uni Eropa yang mengancam keamanan pasokan energi nasional.
Desakan Baru dari Trump
Komentar kedua pejabat ini menanggapi tekanan terbaru dari Donald Trump, yang meminta Uni Eropa memutus impor energi Rusia. Trump bahkan mengancam sanksi “besar” bagi minyak Rusia bila Eropa ikut melarang.
Sakova mengungkapkan ia telah menyampaikan posisi Slovakia dalam pertemuan dengan Menteri Energi AS Chris Wright di Wina. Pejabat AS itu, kata Sakova, memahami kebutuhan Eropa untuk menyiapkan proyek energi baru sebelum menghentikan pasokan Rusia.
Ketergantungan Energi Rusia
Slovakia dan Hongaria, dua negara tanpa akses laut yang berbatasan dengan Ukraina, secara historis sangat bergantung pada minyak dan gas Rusia. Setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, keduanya memang mulai melakukan diversifikasi energi.
Slovakia kini mengimpor sekitar sepertiga minyaknya melalui pipa Adria dari Balkan dan Hongaria, sementara kontrak fleksibel dengan pemasok gas Barat juga sudah disepakati. Meski begitu, pemerintah Slovakia di bawah Robert Fico tetap memandang pasokan Rusia sebagai komponen strategis.
Sementara, Hongaria lebih tegas lagi. “Jika sanksi Uni Eropa merugikan kepentingan kami, termasuk pembelian energi, kami akan memveto,” tegas Gulyas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








