Akurat
Pemprov Sumsel

Rusia Dukung Rencana Perdamaian Trump untuk Gaza: Hamas Harus Dilucuti, Israel Diminta Hentikan Serangan

Kumoro Damarjati | 30 September 2025, 19:52 WIB
Rusia Dukung Rencana Perdamaian Trump untuk Gaza: Hamas Harus Dilucuti, Israel Diminta Hentikan Serangan

AKURAT.CO Pemerintah Rusia mendukung secara terbuka rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza. Kremlin menilai inisiatif tersebut bisa menjadi langkah penting menuju perdamaian di kawasan Timur Tengah.

“Rusia selalu mendukung dan menyambut baik segala upaya Presiden Trump yang bertujuan untuk mengakhiri tragedi yang sedang berlangsung ini,” kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, seperti dilaporkan AFP, Selasa (30/9/2025). Ia menambahkan, Rusia berharap rencana itu benar-benar dijalankan agar konflik yang telah menelan banyak korban ini bisa berakhir dengan damai.

Rencana perdamaian yang diluncurkan Trump terdiri dari 20 poin utama yang mengatur masa depan Gaza dan Palestina. Inti dari rencana tersebut adalah menuntut penggulingan Hamas dan kewajiban bagi kelompok itu untuk melucuti seluruh persenjataannya. Di sisi lain, Otoritas Palestina diminta melakukan reformasi besar-besaran agar lebih transparan dan akuntabel dalam menjalankan pemerintahan.

Trump juga menekankan agar Israel tidak lagi melancarkan serangan, termasuk terhadap Qatar yang selama ini berperan sebagai mediator dalam konflik. Selain itu, rencana tersebut mencakup dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi Gaza, dengan dukungan program internasional dan jaminan keamanan yang akan dijaga bersama oleh Amerika Serikat serta negara-negara kawasan.

Dalam rancangan itu, warga Palestina yang telah mengungsi akan diberi kesempatan untuk kembali ke Gaza, sementara mereka yang memilih tetap tinggal tidak akan dipaksa pergi. Gaza nantinya akan dikelola oleh pemerintahan transisi. Mantan anggota Hamas diberi pilihan untuk tetap ikut serta dalam sistem baru ini atau pindah ke negara lain yang tidak disebutkan.

Rencana tersebut juga mengharuskan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menghentikan semua operasi militer di Gaza dan berjanji tidak akan menduduki atau mencaplok wilayah tersebut. Selain itu, bantuan kemanusiaan dari lembaga internasional dipastikan bisa masuk ke Gaza tanpa hambatan dari pihak mana pun.

Rencana Trump muncul di tengah laporan Komisi Penyelidikan PBB yang menuduh Israel melakukan genosida terhadap warga Palestina. Situasi ini membuat tekanan internasional terhadap Israel semakin meningkat dan menambah urgensi terciptanya solusi permanen untuk konflik di Gaza.

Meski banyak pihak menilai rencana tersebut ambisius, tantangan terbesar adalah penerimaan dari Hamas, Israel, dan Otoritas Palestina. Ketiga pihak selama ini kerap sulit mencapai kesepakatan. Jika rencana ini benar-benar terlaksana, maka konflik Gaza berpotensi memasuki babak baru yang lebih damai, meskipun jalan menuju perdamaian masih penuh dengan hambatan politik dan militer.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.