Sekjen PBB Gutteres Sambut Gencatan Senjata Gaza, Serukan Jalan Menuju Solusi Dua Negara

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyambut baik tercapainya kesepakatan gencatan senjata di Gaza dan pembebasan sandera yang diumumkan pada Kamis. Ia menyebut kesepakatan ini sebagai langkah penting menuju penentuan nasib sendiri bagi rakyat Palestina.
“Saya mendesak semua pihak untuk memanfaatkan kesempatan penting ini guna membangun jalur politik yang kredibel ke depan,” kata Guterres di markas besar PBB di New York. “Ini adalah jalan menuju pengakhiran pendudukan, pengakuan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri, dan pencapaian solusi dua negara.”
Guterres juga menekankan pentingnya akses kemanusiaan penuh ke Jalur Gaza. Ia menyoroti kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk akibat serangan Israel sejak 7 Oktober 2023, yang telah menewaskan puluhan ribu warga dan membuat jutaan orang kehilangan tempat tinggal.
“Perserikatan Bangsa-Bangsa siap memberikan dukungan penuh,” tegasnya. “Kami memiliki jaringan, keahlian, serta tim yang siap bergerak sekarang juga. Persediaan bantuan sudah tersedia dan siap disalurkan.”
Dalam pernyataannya, Guterres memuji upaya diplomatik Amerika Serikat, Qatar, Mesir, dan Turki yang berperan dalam mencapai “terobosan yang sangat dibutuhkan” tersebut. Ia juga menyerukan agar gencatan senjata sementara ini dapat menjadi dasar menuju gencatan senjata permanen dan perdamaian jangka panjang.
Serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 di Israel selatan menewaskan sekitar 1.200 orang, menurut data otoritas Israel. Dari 251 sandera yang diculik saat itu, Israel menyebut 48 masih hidup, termasuk 20 yang belum dibebaskan.
Sementara itu, kampanye militer Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 67.000 orang, sebagian besar warga sipil, menurut otoritas kesehatan Gaza.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









