Geger! Wali Kota Muslim New York Zohran Mamdani Terancam Dideportasi dari AS

AKURAT.CO Kemenangan bersejarah Zohran Mamdani sebagai Wali Kota terpilih New York City memicu kontroversi besar di Amerika Serikat. Sejumlah politisi Partai Republik di Washington menyerukan pencabutan kewarganegaraan Amerika Serikat (AS) Mamdani dan menuntut agar dirinya dideportasi.
Upaya yang disebut “denaturalization” ini dipimpin oleh anggota Kongres Andy Ogles dari Tennessee dan Randy Fine dari Florida. Mereka secara resmi meminta Departemen Kehakiman (DOJ) untuk menyelidiki proses naturalisasi Mamdani yang dilakukan pada tahun 2018.
“Jika Mamdani berbohong dalam dokumen naturalisasinya, dia tidak bisa menjadi warga negara, dan tentu saja dia tidak bisa mencalonkan diri sebagai walikota New York City,” kata Ogles dalam rilis berita tertanggal 29 Oktober 2025.
Baca Juga: Wanti-wanti Trump ke Zohran Mamdani: Harusnya Dia Bersikap Baik sama Saya
“Sebuah kota besar di Amerika berada di ambang kehancuran karena dipimpin oleh seorang komunis yang secara terbuka menganut ideologi teroris,” ujarnya seperti dikutip dari Al Jazeera, Senin (10/11/2025).
Ogles menambahkan, sistem naturalisasi AS mewajibkan pengungkapan penuh terhadap segala keterlibatan dengan komunisme atau aktivitas terorisme. “Saya ragu dia mengungkapkannya. Jika hal ini benar, bawa dia ke penerbangan pertama kembali ke Uganda,” tegasnya.
Zohran Mamdani, yang lahir di Uganda dan menjadi warga negara AS pada tahun 2018, dengan tegas menepis tuduhan tersebut. “Ini omong kosong rasis,” kata Mamdani menanggapi upaya pencabutan kewarganegaraannya. Ia menilai langkah itu sebagai bentuk serangan politik yang bermotif diskriminatif.
Para ahli hukum dan imigrasi menilai upaya denaturalisasi terhadap Mamdani hampir mustahil dilakukan. Proses pencabutan kewarganegaraan naturalisasi di AS sangat jarang terjadi dan membutuhkan bukti yang sangat kuat bahwa terjadi kebohongan atau penyalahgunaan dalam proses aplikasi.
“Denaturalisasi adalah langkah ekstrem dan jarang terjadi. Pemerintah harus membuktikan pengadaan ilegal atau kebohongan yang disengaja dengan bukti yang jelas, tegas, dan meyakinkan,” kata pengacara imigrasi Jeremy McKinney. “Saya tidak melihat bukti yang dapat dipercaya bahwa dia tidak memenuhi syarat ketika mengambil sumpah,” tambahnya.
Baca Juga: Ada Peran Ulama Indonesia di Balik Kemenangan Zohran Mamdani di New York, Ini Sosoknya
Sementara itu, formulir naturalisasi AS memang menanyakan apakah pelamar pernah menjadi anggota atau terlibat dengan partai komunis atau totaliter. Namun, keanggotaan Mamdani dalam organisasi Democratic Socialists of America (DSA) tidak dapat dijadikan dasar pencabutan kewarganegaraan karena organisasi tersebut bukan partai komunis.
“Kaum sosialis demokratis menolak permusuhan komunis terhadap demokrasi perwakilan, serta penolakan terhadap kepemilikan negara atas alat-alat produksi,” jelas Harvey Klehr, pakar sejarah komunisme Amerika dari Emory University.
Mamdani, yang juga dikenal karena dukungannya terhadap hak-hak warga Palestina, menjadi Wali Kota Muslim dan Asia Selatan pertama dalam sejarah New York City.
Kemenangannya dianggap sebagai simbol keberagaman politik di Amerika, tetapi sekaligus membuka babak baru perdebatan mengenai rasisme dan identitas dalam demokrasi modern negeri itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








