Israel Terima Jenazah Sandera Asal Tanzania dari Hamas di Bawah Kesepakatan Gencatan Senjata

AKURAT.CO Pemerintah Israel pada Rabu (12/11) mengonfirmasi bahwa kelompok Hamas telah menyerahkan jenazah warga Tanzania, Joshua Mollel, yang menjadi salah satu sandera dalam konflik Gaza. Penyerahan ini dilakukan berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang difasilitasi oleh Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya, Kantor Perdana Menteri Israel menyebut hasil tes forensik di Pusat Nasional Kedokteran Forensik telah memastikan identitas korban. Setelah proses identifikasi selesai, Kementerian Luar Negeri Israel langsung memberi tahu keluarga Mollel di Tanzania.
Joshua Mollel (21) merupakan mahasiswa magang di bidang pertanian di wilayah selatan Israel saat serangan kelompok bersenjata yang dipimpin Hamas terjadi pada 7 Oktober 2023. Ia tewas di Kibbutz Nahal Oz, dan jasadnya dibawa oleh para militan setelah penyerangan tersebut.
Dengan pemulangan Mollel, kini masih ada enam jenazah sandera yang belum dikembalikan—lima warga Israel dan satu warga Thailand.
Israel Desak Hamas Kembalikan Semua Sandera yang Gugur
Pemerintah Israel menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Mollel serta keluarga sandera lain yang gugur. “Pemerintah Israel berbagi duka mendalam dengan keluarga Mollel dan semua keluarga korban. Kami tidak akan berhenti sampai seluruh jenazah para sandera berhasil dipulangkan,” demikian pernyataan resmi Kantor Perdana Menteri Israel.
Forum Hostages and Missing Families di Israel menyebut bahwa meskipun keluarga Mollel masih berduka, kepulangan jenazahnya memberikan sedikit ketenangan setelah lebih dari dua tahun ketidakpastian.
Sebelum jenazah diserahkan ke Palang Merah (ICRC) di Gaza pada Rabu malam, sayap militer Hamas mengatakan telah menemukan jasad seorang sandera di wilayah Shejaiya, Gaza City. Kawasan tersebut saat ini masih berada di bawah kendali pasukan Israel.
Rangkaian Pertukaran Jenazah di Tengah Gencatan Senjata
Israel sebelumnya mengizinkan anggota Hamas dan staf Palang Merah mencari jasad korban di lokasi tersebut. Pada Selasa (11/11), jasad Itay Chen, prajurit berkewarganegaraan ganda Israel–AS, juga ditemukan di area yang sama.
Kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025 menetapkan bahwa Hamas akan menyerahkan 20 sandera hidup dan 28 sandera yang telah meninggal dalam waktu 72 jam.
Semua sandera hidup asal Israel telah dibebaskan pada 13 Oktober dengan imbalan pembebasan 250 tahanan Palestina dan 1.718 warga Gaza yang ditahan Israel. Sebagai bagian dari kesepakatan tambahan, Israel juga telah menyerahkan 285 jenazah warga Palestina sebagai pertukaran untuk 19 jenazah sandera—terdiri dari warga Israel, Thailand, Nepal, dan Tanzania.
Saat ini, lima dari enam jenazah sandera yang masih berada di Gaza adalah warga Israel, sementara satu lainnya berkewarganegaraan Thailand.
Israel menuduh Hamas dengan sengaja menunda pengembalian jenazah, sedangkan Hamas mengklaim kesulitan menemukan mereka di bawah reruntuhan akibat serangan udara.
Latar Belakang Konflik dan Dampaknya
Kebanyakan sandera yang tewas merupakan bagian dari 251 orang yang diculik Hamas dalam serangan 7 Oktober 2023, yang juga menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel.
Sebagai balasan, Israel melancarkan operasi militer besar-besaran di Jalur Gaza. Hingga kini, lebih dari 68.800 orang tewas, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas.
Proses pertukaran sandera ini menjadi bagian dari tahap pertama gencatan senjata, sementara tahap kedua dari rencana perdamaian Gaza yang diusulkan Presiden Donald Trump—termasuk penarikan pasukan Israel dan rekonstruksi Gaza—belum menunjukkan kemajuan berarti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









