Akurat
Pemprov Sumsel

Paus Leo mengkritik Trump karena mencoba ‘memecah belah’ aliansi AS–Eropa

Kumoro Damarjati | 10 Desember 2025, 06:44 WIB
Paus Leo mengkritik Trump karena mencoba ‘memecah belah’ aliansi AS–Eropa

AKURAT.CO Paus Leo mengkritik Trump karena mencoba ‘memecah belah’ aliansi AS–Eropa. Dalam komentarnya, Paus menyoroti langkah politik Donald Trump yang dianggap berpotensi memperlemah kemitraan strategis antara Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Pernyataan ini menjadi sorotan global karena menunjukkan kritik Paus Leo terhadap Trump secara langsung terkait arah kebijakan luar negeri AS.

Menurut Paus, upaya yang dilakukan Trump dapat menjadi faktor pemecah belah aliansi AS–Eropa, sebuah aliansi yang selama puluhan tahun menjadi fondasi stabilitas internasional. Ia menyampaikan kritik tersebut dalam konferensi pers setelah bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Pertemuan itu berlangsung saat Zelensky melakukan tur Eropa untuk mengamankan dukungan politik dan keamanan bagi Kyiv.

Dalam kesempatan tersebut, Paus Leo mengkritik Trump karena menilai pendekatan pemerintahan Trump terhadap Eropa “berpotensi mengubah aliansi yang selama bertahun-tahun menjadi sangat penting bagi keamanan global.” Ia menegaskan bahwa kerja sama AS–Eropa tidak boleh dilemahkan di tengah upaya mencari perdamaian Ukraina dan jaminan keamanan jangka panjang bagi kawasan tersebut.

Di Castel Gandolfo, Paus menekankan bahwa perdamaian Ukraina tidak dapat dirancang tanpa melibatkan Eropa secara penuh. Ia menyebut bahwa proposal perdamaian AS yang kurang memberi ruang bagi negara-negara Eropa merupakan langkah tidak realistis. “Perang ini terjadi di Eropa, dan Eropa harus menjadi bagian dari solusi,” katanya.

Zelensky sebelumnya mengungkapkan adanya tiga dokumen dalam kerangka pembahasan perdamaian: dokumen 20 poin, dokumen jaminan keamanan, dan dokumen pemulihan Ukraina setelah perang. Ketiganya sedang dinegosiasikan bersama AS dan Eropa.

Paus Leo kemudian menyinggung strategi keamanan nasional AS yang baru saja dirilis pemerintahan Trump, yang dirasa mempertanyakan relevansi aliansi AS–Eropa sembari mendorong perbaikan hubungan AS–Rusia. “Apa yang saya baca akan membawa perubahan besar pada hubungan yang telah menjadi aliansi sejati selama bertahun-tahun,” ujar Paus.

Ia juga menyampaikan kekhawatiran bahwa sebagian langkah Trump tampak seperti bentuk nyata upaya “memecah belah apa yang justru harus tetap menjadi aliansi penting hari ini dan di masa depan.” Meski demikian, Paus percaya bahwa banyak warga Amerika memandang pentingnya hubungan trans-Atlantik dan tidak semua pihak mendukung pendekatan Trump.

Sementara itu, Vatikan terus mempertahankan posisi netral dalam perang Rusia–Ukraina, sembari menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Ukraina yang disebut sebagai “bangsa yang dimartir.” Paus sudah tiga kali bertemu Zelensky dan juga pernah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin via telepon.

Paus Leo terus menyerukan gencatan senjata serta mendesak Rusia untuk mengambil langkah-langkah nyata demi tercapainya perdamaian. Vatikan juga aktif memfasilitasi pemulangan anak-anak Ukraina yang dibawa ke Rusia, dan bulan lalu Paus bertemu langsung beberapa anak yang berhasil dipulangkan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.