Islandia Tambah Deretan Negara yang Boikot Eurovision karena Kehadiran Israel

AKURAT.CO Islandia resmi mengumumkan penarikan diri dari Eurovision Song Contest tahun depan setelah penyiar publik negara itu, RUV, memutuskan untuk tidak ikut serta dalam ajang tersebut. Penarikan Islandia dari Eurovision menjadikannya negara kelima yang mundur setelah Israel tetap diizinkan tampil oleh penyelenggara.
Keputusan penarikan Islandia dari Eurovision itu menambah daftar negara yang memilih keluar sebagai bentuk protes terhadap keputusan European Broadcasting Union (EBU). Sebelumnya, Spanyol, Belanda, Irlandia, dan Slovenia telah mengumumkan langkah serupa setelah mengikuti pertemuan dengan EBU pekan lalu. Pertemuan tersebut awalnya diperkirakan akan menghasilkan pemungutan suara terkait aturan baru guna menindak dugaan kecurangan voting serta merespons kritik keras terhadap perang Israel di Gaza.
Namun EBU menyatakan pemungutan suara tidak diperlukan, yang pada akhirnya membuka jalan bagi Israel untuk tetap ikut serta—meski terdapat tuduhan bahwa negara tersebut memanfaatkan kontes tersebut untuk kepentingan politik.
Dalam rapat dewan RUV pada Rabu, Islandia menegaskan tidak akan berpartisipasi dalam kompetisi yang digelar di Wina, Austria, tahun depan. RUV juga meminta agar KAN, penyiar negara Israel, dikeluarkan dari ajang tersebut.
Keputusan ini sebenarnya sudah diprediksi karena RUV sebelumnya menyatakan sedang mempertimbangkan posisinya. Dalam pernyataan tambahan, RUV menyebut bahwa suasana publik di Islandia serta reaksi atas keputusan EBU membuat partisipasi mereka dianggap tidak membawa “kegembiraan maupun ketenangan”.
Sebanyak 37 negara mengikuti Eurovision 2025, yang dimenangkan oleh penyanyi opera Austria, JJ, sementara Israel menempati posisi kedua. Selama dua tahun terakhir, konflik di Gaza telah mengguncang kompetisi ini—mulai dari demonstrasi di luar arena hingga pembatasan keras terhadap pengibaran simbol politik.
Pekan lalu, majelis umum EBU yang beranggotakan 56 penyiar publik menggelar pertemuan untuk membahas keluhan terkait partisipasi Israel. Meski mereka menyetujui aturan pemungutan suara yang lebih ketat, tidak ada tindakan untuk mengecualikan penyiar mana pun.
Rabu juga menjadi batas waktu terakhir bagi negara-negara untuk mengonfirmasi partisipasi mereka. EBU menyatakan daftar final peserta akan diumumkan sebelum Natal, sementara Direktur Eurovision, Martin Green, memperkirakan sekitar 35 negara akan ikut serta pada 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









