Eks Kepala Intelijen Pakistan Faiz Hameed Dijatuhi 14 Tahun Penjara

AKURAT.CO Pengadilan militer Pakistan menjatuhkan hukuman 14 tahun penjara kepada mantan kepala intelijen negara itu, Letnan Jenderal (Purn) Faiz Hameed. Putusan ini diumumkan Kamis waktu setempat oleh Inter-Services Public Relations (ISPR), sayap media militer Pakistan.
Keputusan tersebut menandai sejarah baru bagi Pakistan. Untuk pertama kalinya dalam 78 tahun, seorang mantan Direktur Jenderal Inter-Services Intelligence (ISI) dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan militer.
Dalam pernyataan resminya, ISPR mengungkapkan bahwa Pengadilan Militer Lapangan telah menjatuhkan vonis 14 tahun penjara berat setelah Hameed terbukti bersalah atas empat dakwaan. Proses hukum dimulai pada 12 Agustus tahun lalu, mengacu pada Undang-Undang Angkatan Darat Pakistan, dan berlangsung selama 15 bulan.
Hameed dinyatakan bersalah atas dugaan keterlibatan dalam kegiatan politik, pelanggaran Undang-Undang Rahasia Negara yang membahayakan keamanan nasional, penyalahgunaan kewenangan serta sumber daya pemerintah, dan menyebabkan kerugian yang tidak semestinya kepada individu.
Menurut ISPR, aspek lain terkait “keterlibatan terpidana dalam memicu agitasi politik dan ketidakstabilan dengan bekerja sama dengan sejumlah elemen politik” sedang ditangani dalam proses terpisah.
Hameed sebelumnya ditangkap pada Agustus tahun lalu setelah sebuah pengembang perumahan swasta menuduhnya mengatur penggerebekan ilegal di kantor dan rumah pemiliknya.
Karier Hameed mulai terguncang ketika ia dicopot dari jabatannya beberapa bulan sebelum masa tugasnya berakhir, serta menjelang mosi tidak percaya yang menggulingkan mantan Perdana Menteri Imran Khan pada April 2022.
Setelah Jenderal Asim Munir diangkat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat pada November 2022, Faiz Hameed memilih pensiun dini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







