Jenderal Rusia Tewas Akibat Bom Mobil di Moskow, Investigasi Arahkan Dugaan ke Ukraina

AKURAT.CO Jenderal Rusia tewas akibat bom mobil di Moskow pada Senin pagi waktu setempat. Korban diketahui adalah Letnan Jenderal Fanil Sarvarov, kepala Direktorat Pelatihan Operasional Angkatan Darat Staf Umum Rusia. Informasi tersebut disampaikan oleh Komite Investigasi Rusia.
Menurut keterangan resmi, bom mobil di Moskow itu dipicu oleh bahan peledak yang dipasang di bagian bawah kendaraan Sarvarov, sebuah Kia Sorento, di wilayah selatan ibu kota Rusia. Ledakan terjadi tak lama setelah korban masuk ke mobil dan melaju beberapa meter.
Komite Investigasi Rusia menyatakan telah membuka kasus pidana pembunuhan serta dugaan peredaran ilegal bahan peledak. Aparat penegak hukum saat ini tengah menyelidiki sejumlah kemungkinan motif, termasuk dugaan keterlibatan dinas khusus Ukraina dalam insiden tersebut.
Berita mengenai ledakan bom mobil di Moskow pertama kali beredar melalui sejumlah kanal Telegram, seperti Baza, Shot, dan Mash. Kantor berita Rusia, TASS, juga melaporkan peristiwa tersebut dengan mengutip sumber dari layanan darurat. Ledakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 07.00 waktu setempat.
Media investigatif Proekt menyebutkan, Fanil Sarvarov memiliki rekam jejak panjang dalam berbagai operasi militer Rusia. Ia diketahui pernah terlibat dalam konflik Ossetia–Ingushetia, dua perang Chechnya, operasi militer Rusia di Suriah, serta perang di Ukraina.
Sementara itu, Dozhd melaporkan bahwa data kendaraan yang bocor menunjukkan Kia Sorento tahun 2013 yang terdaftar atas nama Sarvarov sesuai dengan mobil yang meledak. Media Shot menambahkan, berdasarkan temuan awal penyelidik, ledakan tersebut disebabkan oleh bom rakitan.
Insiden pembunuhan jenderal Rusia akibat bom mobil ini menambah daftar panjang kasus keamanan serius di Rusia, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan konflik berkepanjangan antara Moskow dan Kyiv.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









