Serangan Koalisi Saudi Tewaskan 20 Pasukan Separatis Yaman yang Didukung UEA

AKURAT.CO Koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi melancarkan serangan udara terhadap pasukan separatis Yaman yang mendapat dukungan Uni Emirat Arab (UEA). Akibat serangan tersebut, jumlah korban tewas dari pihak separatis dilaporkan meningkat menjadi 20 orang.
Mengutip AFP, Sabtu (3/1/2025), seorang pejabat Dewan Transisi Selatan (STC) Yaman mengatakan bahwa 20 anggotanya tewas setelah pangkalan militer di wilayah Al-Khasha dan Seiyun digempur serangan udara. Pejabat tersebut menyampaikan informasi dengan syarat anonim. Sumber medis setempat turut membenarkan jumlah korban jiwa tersebut.
Sebelumnya, Kepala STC wilayah Wadi Hadramaut dan Gurun Hadramaut, Mohammed Abdulmalik, menyebut sedikitnya tujuh serangan udara menghantam sejumlah lokasi di Yaman. Ia mengatakan salah satu sasaran utama adalah sebuah kamp militer di kawasan Al-Khasha.
Serangan ini terjadi setelah koalisi pimpinan Arab Saudi menggempur kota pelabuhan Mukalla, Yaman, pada Rabu (31/12/2025). Menurut laporan AFP dan Al Arabiya, pemboman dilakukan menyusul kedatangan dua kapal yang dicurigai membawa persenjataan dari Pelabuhan Fujairah, UEA.
Pemerintah Arab Saudi menyatakan serangan tersebut menargetkan tumpukan senjata dan kendaraan tempur yang diturunkan dari kapal-kapal tersebut. Juru bicara koalisi Saudi, Brigadir Jenderal Turki al-Maliki, mengatakan awak kapal diduga mematikan sistem pelacakan sebelum membongkar muatan senjata dan kendaraan tempur di Pelabuhan Mukalla.
Persenjataan itu diyakini dikirim untuk mendukung kelompok separatis Dewan Transisi Selatan (STC), yang beroperasi di wilayah Hadramaut dan al-Mahrah, daerah yang selama ini menjadi bagian dari konflik berkepanjangan di Yaman.
Saudi Press Agency (SPA) melaporkan, tindakan awak kapal yang menonaktifkan sistem pelacakan dinilai berbahaya dan berpotensi meningkatkan eskalasi konflik. Karena itu, Angkatan Udara koalisi Saudi melancarkan operasi militer terbatas untuk menghancurkan senjata dan kendaraan tempur tersebut.
Dalam beberapa pekan terakhir, STC yang didukung UEA disebut berupaya menghidupkan kembali negara Yaman Selatan yang pernah berdiri sendiri. Kelompok ini dilaporkan berhasil menguasai sejumlah wilayah strategis dengan memukul mundur pasukan pemerintah Yaman beserta sekutunya.
Koalisi pimpinan Arab Saudi sebelumnya menegaskan akan tetap mendukung pemerintah Yaman dalam menghadapi setiap konfrontasi militer dengan kelompok separatis. Riyadh juga telah mendesak STC agar menarik diri secara damai dari provinsi-provinsi yang baru mereka kuasai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








