Trump Peringatkan Iran: AS Akan Bertindak Keras Jika Demonstran Dibunuh

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman keras kepada Iran terkait gelombang protes yang melanda negara tersebut. Trump menegaskan Amerika Serikat akan memberikan serangan berat jika otoritas Iran mulai membunuh para demonstran.
Pernyataan itu disampaikan Trump pada Kamis waktu setempat dalam wawancara dengan program radio The Hugh Hewitt Show. Ia menyinggung pola kekerasan yang kerap terjadi dalam penanganan demonstrasi di Iran.
“Jika mereka mulai membunuh orang-orang, yang biasanya mereka lakukan saat terjadi kerusuhan—karena mereka sering mengalami kerusuhan—jika itu terjadi, kami akan menghantam mereka dengan sangat keras,” kata Trump.
Trump menambahkan bahwa peringatan tersebut telah disampaikan secara tegas kepada pihak Iran. “Mereka telah diberi peringatan dengan sangat kuat, bahkan lebih keras dari yang saya sampaikan kepada Anda sekarang, bahwa jika mereka melakukan itu, mereka akan menerima balasan yang sangat berat,” ujarnya.
Di sisi lain, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan dukungan Amerika Serikat terhadap aksi unjuk rasa damai di berbagai negara, termasuk di Iran. Ia menegaskan bahwa AS berdiri bersama masyarakat yang menyuarakan hak-haknya secara damai.
“Kami tentu mendukung siapa pun yang terlibat dalam aksi protes damai dan memperjuangkan hak-hak mereka,” kata Vance kepada wartawan dalam konferensi pers di Gedung Putih.
Vance juga menekankan pentingnya jalur diplomasi terkait program nuklir Iran. Menurutnya, langkah paling bijak bagi Teheran adalah membuka ruang perundingan yang serius dengan Amerika Serikat.
“Hal paling cerdas yang bisa dilakukan Iran adalah melakukan negosiasi yang nyata dengan Amerika Serikat terkait program nuklirnya,” ujarnya.
Gelombang protes di Iran mulai pecah pada 28 Desember di Grand Bazaar, Teheran, yang merupakan pusat aktivitas ekonomi ibu kota. Aksi massa dipicu oleh anjloknya nilai tukar rial Iran serta memburuknya kondisi ekonomi. Nilai rial dilaporkan sempat melewati angka 1.350.000 per dolar AS, sebelum demonstrasi menyebar ke sejumlah kota lain.
Hingga kini, otoritas Iran belum merilis data resmi terkait jumlah korban. Namun, Lembaga Human Rights Activists News Agency (HRANA) dalam laporan yang dirilis Rabu menyebut sedikitnya 38 orang tewas selama 11 hari aksi protes, termasuk empat anggota pasukan keamanan. HRANA juga mencatat puluhan orang terluka serta 2.217 orang ditangkap.
Sementara itu, kantor berita Tasnim melaporkan jumlah polisi yang mengalami luka-luka selama demonstrasi meningkat menjadi 568 orang. Selain itu, sebanyak 66 anggota pasukan paramiliter Basij juga dilaporkan mengalami cedera akibat bentrokan dalam aksi protes tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








