Gelombang Demonstrasi Anti-Pemerintah Terus Berkobar, Puluhan Penerbangan ke Iran Dibatalkan

AKURAT.CO Sekitar 25 penerbangan dari Uni Emirat Arab (UEA) dan Turki menuju Iran dibatalkan pada Jumat (9/1). Pembatalan ini terkait maraknya gelombang protes anti–Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang mengguncang Teheran dan sejumlah kota lain.
Mengutip laporan Reuters, sedikitnya 20 penerbangan flydubai dari Dubai menuju Teheran, Shiraz, dan Mashhad dibatalkan. Selain itu, enam penerbangan Turkish Airlines dengan tujuan Iran juga mengalami pembatalan, berdasarkan data dari situs resmi Bandara Dubai.
Hingga kini, otoritas penerbangan belum memberikan penjelasan resmi terkait alasan pembatalan. Namun, langkah tersebut terjadi bersamaan dengan pemadaman total internet di Iran, yang membuat negara itu praktis terputus dari dunia luar. Sambungan telepon internasional sulit dilakukan, sementara situs-situs berita Iran hanya bisa diakses secara terbatas.
Protes Terbesar dalam Tiga Tahun Terakhir
Aksi demonstrasi di Iran bermula sejak pekan lalu akibat melonjaknya inflasi dan tekanan ekonomi. Dalam waktu singkat, protes tersebut berkembang menjadi kerusuhan terbesar di Iran dalam tiga tahun terakhir, dengan demonstrasi dilaporkan terjadi di seluruh provinsi.
Situasi semakin memanas pada Jumat setelah Putra Mahkota Iran di pengasingan, Reza Pahlavi, menyerukan para pendukungnya untuk turun ke jalan. Kelompok hak asasi manusia mencatat puluhan korban tewas akibat kekerasan selama aksi berlangsung.
Khamenei Tuduh Ada Campur Tangan AS
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menuduh para demonstran bertindak atas arahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menuding para perusuh menyerang fasilitas publik dan menegaskan bahwa pemerintah Iran tidak akan mentoleransi pihak-pihak yang dianggap sebagai “antek asing”.
Sementara itu, Trump—yang sebelumnya memerintahkan serangan udara ke Iran pada musim panas lalu—menyatakan bahwa Amerika Serikat bisa memberikan dukungan kepada para pengunjuk rasa. Ia bahkan mengancam akan bertindak keras jika demonstran dibunuh.
Korban Tewas dan Ribuan Ditahan
Televisi pemerintah Iran menayangkan gambar bus, mobil, dan sepeda motor yang terbakar, serta kebakaran di stasiun metro dan gedung perbankan. Pemerintah Iran menuduh Organisasi Mujahidin Rakyat Iran (MKO) sebagai dalang kerusuhan.
Menurut Human Rights Activists News Agency yang berbasis di AS, sedikitnya 42 orang tewas, sementara lebih dari 2.270 orang ditahan sejak aksi protes meletus.
Gelombang kerusuhan ini tidak hanya mengguncang stabilitas dalam negeri Iran, tetapi juga mulai berdampak pada transportasi internasional dan hubungan luar negeri, termasuk pembatalan massal penerbangan ke berbagai kota di negara tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








