Akurat
Pemprov Sumsel

Gelombang Panas Ekstrem Perparah Kebakaran Hutan, Negara Bagian Victoria Tetapkan Status Bencana

Kumoro Damarjati | 10 Januari 2026, 09:53 WIB
Gelombang Panas Ekstrem Perparah Kebakaran Hutan, Negara Bagian Victoria Tetapkan Status Bencana

AKURAT.CO Pemerintah Australia menetapkan status bencana di 18 wilayah Negara Bagian Victoria menyusul kebakaran hutan besar yang melanda kawasan tenggara negara itu. Otoritas juga meminta bantuan Angkatan Pertahanan Australia (ADF) untuk menyediakan dukungan akomodasi bagi para petugas pemadam kebakaran.

Kebakaran terbesar terjadi di dekat Longwood, sekitar 112 kilometer di utara Melbourne. Otoritas setempat pada 9 Januari menyebutkan, api telah melahap sekitar 35.000 hektare hutan semak, menghancurkan sejumlah rumah warga, sebuah pusat komunitas, serta fasilitas jaringan telepon.

Puluhan komunitas di sekitar lokasi kebakaran telah dievakuasi. Selain itu, banyak taman nasional dan area perkemahan di Victoria ditutup demi keselamatan.

Gelombang Panas Perparah Risiko Kebakaran

Badan Meteorologi Australia pada 10 Januari mengeluarkan peringatan gelombang panas untuk sebagian besar wilayah Victoria. Sementara itu, peringatan cuaca rawan kebakaran juga diberlakukan di negara bagian tetangga, New South Wales dan Wilayah Ibu Kota Australia (ACT).

Pemerintah Australia secara resmi mengumumkan status bencana pada 10 Januari setelah kebakaran hutan menghancurkan rumah-rumah warga dan membakar area hutan yang sangat luas di wilayah tenggara.

Pemerintah Minta Warga Segera Mengungsi

Kebakaran di Longwood terjadi di kawasan yang didominasi hutan alami. Tim pemadam kebakaran mulai mendata kerusakan, dengan laporan awal menyebutkan sedikitnya 20 rumah hancur di kota kecil Ruffy, sekitar dua jam perjalanan dari Melbourne.

Gubernur Victoria, Jacinta Allan, pada 10 Januari menetapkan status bencana yang memberikan kewenangan darurat kepada petugas untuk memaksa evakuasi warga.

“Ini semua tentang satu hal, yakni melindungi nyawa warga Victoria,” ujar Allan. “Pesannya jelas: jika Anda diminta untuk pergi, segera tinggalkan lokasi.”

Tiga orang, termasuk seorang anak, dilaporkan hilang di salah satu kawasan kebakaran paling berbahaya di negara bagian tersebut.

Puluhan Titik Api Masih Aktif

Meski kondisi cuaca sempat membaik pada pagi hari 10 Januari, lebih dari 30 titik kebakaran masih terus menyala. Kebakaran terparah sebagian besar terjadi di wilayah pedesaan yang jarang penduduk, dengan jumlah warga hanya ratusan orang di setiap kota kecil.

Foto-foto yang beredar memperlihatkan langit malam berwarna oranye akibat kobaran api yang melahap hutan di sekitar Longwood.

“Bara api beterbangan ke mana-mana. Situasinya sangat mengerikan,” ujar peternak sapi Scott Purcell kepada ABC.

Kebakaran lain di dekat kota kecil Walwa bahkan memicu badai petir lokal akibat panas ekstrem yang dihasilkan api, menurut otoritas pemadam kebakaran.

Dampak Perubahan Iklim

Ratusan petugas pemadam kebakaran dari berbagai wilayah Australia dikerahkan untuk membantu penanganan. Jutaan warga juga terdampak gelombang panas ekstrem sepanjang pekan ini.

Di Australia Selatan, ratusan bayi kelelawar dilaporkan mati akibat suhu yang sangat tinggi, menurut kelompok penyelamat satwa liar setempat.

Para peneliti mencatat, suhu rata-rata Australia telah meningkat sekitar 1,51 derajat Celsius sejak 1910, yang memicu cuaca ekstrem semakin sering terjadi di daratan maupun perairan.

Meski demikian, Australia hingga kini masih menjadi salah satu produsen dan eksportir gas serta batu bara terbesar di dunia, dua bahan bakar fosil yang dinilai berkontribusi besar terhadap pemanasan global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.