Hotel di Minneapolis Dirusak Massa, Diduga Jadi Tempat Agen ICE

AKURAT.CO Kerusuhan pecah di Minneapolis, Minnesota, ketika ratusan demonstran menyerbu sebuah hotel setelah berkumpul di lokasi yang mereka yakini sebagai tempat tinggal petugas federal imigrasi. Demonstran terdorong emosi menyusul tewasnya seorang warga dalam operasi penegakan hukum oleh agen imigrasi sehari sebelumnya.
Insiden kerusakan terjadi di Home2 Suites by Hilton di kawasan Twin Cities pada Minggu malam waktu setempat. Para pengunjuk rasa mendorong masuk ke lobi, memecahkan kaca jendela, dan menyemprotkan grafiti berisi slogan anti-ICE (Immigration and Customs Enforcement).
Video yang beredar menunjukkan sejumlah demonstran melemparkan benda ke arah orang-orang di dalam lobi, termasuk anggota kepolisian Minneapolis, sementara sebagian lainnya menempatkan mesin penjual otomatis untuk memblokir pintu masuk hotel. Suasana sempat diwarnai teriakan, siulan, ketukan pada tong sampah, serta penggunaan lampu strobo untuk mengganggu siapa pun yang diyakini berada di dalam gedung.
Grafiti seperti “ICE OUT” dan “ICE KILLS” terlihat dicoret di dinding gedung, sedangkan bagian lobi hotel dipenuhi pecahan kaca, sampah, dan puing-puing.
Tanggapan Aparat dan Evakuasi
Dinas Keamanan Publik Minnesota menyatakan bahwa Minnesota State Patrol dan Department of Natural Resources (DNR) dikerahkan untuk membantu Kepolisian Minneapolis menangani kerusakan properti hotel. Ketika aparat berupaya mengepung kelompok demonstran untuk melakukan penangkapan, agen federal tiba di lokasi dan menggunakan zat iritan kimia untuk membubarkan massa. Petugas State Patrol dan DNR kemudian meninggalkan lokasi setelah situasi mereda.
Salah seorang petugas yang berjaga di pintu masuk hotel terlihat mengalami pendarahan di area hidung atau mulut, meskipun belum jelas bagaimana cedera itu terjadi. Setidaknya dua orang ditangkap dalam peristiwa ini.
Belum Ada Kepastian Kehadiran Agen Federal
Hingga saat ini, otoritas belum mengonfirmasi apakah benar ada agen federal yang tinggal di hotel tersebut. Demonstran sendiri menolak klaim resmi yang menyebut mereka menyerang agen federal, dan menyatakan aksi mereka merupakan bentuk protes atas insiden penembakan sebelumnya yang telah memicu kemarahan publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








