Venezuela Klaim AS Hentikan Penerbangan Deportasi, Washington Membantah

AKURAT.CO Pemerintah Venezuela menyatakan Amerika Serikat telah secara sepihak menghentikan penerbangan deportasi warga Venezuela dari AS, termasuk satu penerbangan yang dijadwalkan mendarat pada Jumat (12/12). Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh pejabat pemerintahan AS.
Otoritas penerbangan nasional Venezuela dalam pernyataan resminya menyebut pemerintah AS telah memutuskan untuk menangguhkan pemulangan warga negara Venezuela yang sedianya dijadwalkan berlangsung pada 12 Desember. Keputusan tersebut, menurut Caracas, diambil secara sepihak tanpa koordinasi lanjutan.
“Pada Kamis, pemerintah Venezuela menerima pemberitahuan bahwa Amerika Serikat menangguhkan pemulangan warga Venezuela yang dijadwalkan pada 12 Desember,” demikian pernyataan otoritas penerbangan Venezuela.
Meski demikian, pemerintah Venezuela menegaskan tetap terbuka menerima kepulangan warganya. Caracas menilai penghentian penerbangan deportasi tersebut mengganggu proses pemulangan yang sebelumnya dilakukan secara terkoordinasi dan dinilai membantu mengurangi tekanan terhadap warga Venezuela yang ditahan di Amerika Serikat.
“Venezuela menegaskan kembali kesiapannya menerima warga negaranya, meskipun terjadi penangguhan dari pihak AS,” lanjut pernyataan tersebut.
Di sisi lain, seorang pejabat pemerintahan Amerika Serikat membantah klaim Venezuela. Kepada CNN, pejabat tersebut menegaskan bahwa penerbangan deportasi ke Venezuela tetap berjalan seperti biasa.
“Tidak benar. Penerbangan deportasi ke Venezuela akan terus berlanjut,” kata pejabat AS tersebut pada Jumat.
Hingga kini, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai perbedaan pernyataan kedua pihak, sementara isu deportasi warga Venezuela masih menjadi sorotan di tengah hubungan diplomatik yang sensitif antara Washington dan Caracas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







