Jaksa Agung Libya Umumkan Buka Penyelidikan Pembunuhan Putra Mendiang Muammar Gaddafi

AKURAT.CO Jaksa Agung Libya Al-Siddiq Al-Sour pada Rabu mengumumkan pembukaan penyelidikan atas kematian Saif al-Islam Gaddafi, putra mendiang pemimpin Libya Muammar Gaddafi.
Seorang pejabat Libya menyatakan Saif al-Islam tewas pada Selasa di Kota Zintan, Libya bagian barat.
Dalam pernyataan resmi, Kantor Investigasi Kejaksaan Agung menyebut tim penyidik telah memeriksa lokasi kejadian, mengamankan sejumlah barang bukti, serta meminta keterangan saksi dan pihak-pihak yang dinilai mengetahui peristiwa tersebut.
Dokter forensik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap jenazah Saif al-Islam.
Hasil penyelidikan awal menunjukkan korban mengalami luka tembak yang menyebabkan kematian. Namun, otoritas belum merinci motif maupun pelaku penembakan.
Media Libya melaporkan insiden terjadi di kediaman Saif al-Islam dan diduga dilakukan oleh empat orang tak dikenal. Laporan itu juga menyebut kamera pengawas di lokasi telah dinonaktifkan sebelum serangan terjadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







