AKURAT.CO Pakistan menyatakan telah melancarkan serangan ke tujuh lokasi militan di wilayah Afghanistan sebagai “respons balasan” atas serangkaian aksi bom bunuh diri yang terjadi baru-baru ini di dalam negeri. Ketegangan antara dua negara Asia Selatan itu pun kembali meningkat.
Kementerian Informasi Pakistan pada Minggu (22/2) dini hari menyebut serangan tersebut dilakukan berdasarkan intelijen yang menargetkan secara selektif tujuh kamp dan tempat persembunyian teroris.
Islamabad mengklaim memiliki “bukti kuat” bahwa serangan-serangan terbaru di Pakistan dilakukan oleh kelompok Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP) yang berbasis di Afghanistan. Kelompok itu disebut bergerak atas arahan pimpinan dan pengendali mereka yang berada di wilayah Afghanistan.
Selain TTP, Pakistan juga menyatakan serangan menyasar kelompok ISIS. Namun, pemerintah tidak merinci detail operasi maupun bukti intelijen yang dimaksud.
Afghanistan Klaim Korban Sipil
Pejabat Afghanistan menyatakan puluhan orang tewas dan luka-luka akibat serangan tersebut di Provinsi Nangarhar dan Paktika, termasuk perempuan dan anak-anak. Hingga kini, klaim dari kedua pihak belum dapat diverifikasi secara independen.
Ketegangan terbaru ini muncul hanya beberapa hari setelah sempat ada harapan meredanya konflik. Kabul sebelumnya membebaskan tiga tentara Pakistan dalam langkah yang dimediasi Arab Saudi, menyusul berbulan-bulan bentrokan di wilayah perbatasan terpencil.
Gelombang Bom Bunuh Diri di Pakistan
Dalam beberapa pekan terakhir, sedikitnya empat serangan bom bunuh diri terjadi di Pakistan. Tiga di antaranya berlangsung di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, sementara satu lainnya terjadi di ibu kota Islamabad. Puluhan warga sipil dan aparat keamanan dilaporkan tewas.
Pakistan menuding otoritas Taliban Afghanistan gagal mengambil tindakan tegas terhadap kelompok militan meski telah berulang kali diminta. Islamabad juga mendesak Kabul mencegah wilayahnya digunakan sebagai basis serangan terhadap Pakistan.
Namun, pemerintah Taliban Afghanistan membantah tudingan tersebut. Mereka menyatakan tidak melindungi TTP, meski kelompok itu merupakan pecahan dari Taliban Afghanistan dan beroperasi secara terpisah.
Upaya Mediasi Belum Hasilkan Solusi Permanen
Hubungan kedua negara memburuk sejak Pakistan melancarkan serangan udara ke wilayah Afghanistan pada Oktober 2025, yang kemudian disusul operasi tambahan. Bentrokan artileri dan baku tembak sepanjang tahun lalu menewaskan puluhan tentara dari kedua pihak sebelum akhirnya tercapai gencatan senjata melalui mediasi Qatar.
Meski demikian, beberapa putaran perundingan yang dimediasi Qatar dan Turki belum menghasilkan solusi jangka panjang.
Salah satu serangan paling mematikan terjadi pada 6 Februari, ketika bom bunuh diri meledak di sebuah masjid Syiah di Islamabad saat salat Jumat. Sedikitnya 32 orang tewas. ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang menjadi aksi teror paling mematikan di ibu kota Pakistan sejak 2008.
Konflik di sepanjang perbatasan sepanjang 2.600 kilometer juga menyebabkan sejumlah pos lintas batas utama ditutup dan mengganggu aktivitas perdagangan serta mobilitas warga.
Hingga kini, pemerintahan Taliban Afghanistan belum diakui secara luas oleh komunitas internasional dan kerap dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia, terutama terhadap perempuan dan anak perempuan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









