China Uji Sukses Kendaraan Snow Leopard 6x6 di Antartika, Tempuh 10.000 Km di Medan Ekstrem

AKURAT.CO China melaporkan keberhasilan uji coba luas kendaraan Snow Leopard 6x6 di Antartika, menandai kemajuan penting dalam kemampuan teknologi dan operasional eksplorasi kutub negara tersebut. Kendaraan roda enam yang dikembangkan di dalam negeri itu diuji langsung di berbagai medan ekstrem selama misi panjang di benua es.
Media pemerintah China pada Selasa melaporkan Snow Leopard 6x6 menempuh lebih dari 10.000 kilometer selama 75 hari pengujian di wilayah pedalaman Antartika.
Snow Leopard 6x6 China Diuji di Berbagai Medan Ekstrem
Menurut laporan Global Times, kendaraan Snow Leopard 6x6 menjalani serangkaian pengujian di lima tipe permukaan berbeda, mulai dari es laut, jalur berbatu, salju lunak, salju keras, hingga es padat. Pengujian ini dirancang untuk mengukur ketahanan, stabilitas, dan performa kendaraan dalam kondisi lingkungan paling keras di dunia.
Hasil uji menunjukkan kendaraan tersebut mampu melampaui performa kendaraan rantai yang selama ini umum digunakan dalam ekspedisi kutub. Jika kendaraan rantai biasanya hanya mencatat kecepatan rata-rata sekitar 20 kilometer per jam, Snow Leopard 6x6 mampu melaju lebih cepat dan stabil.
Di medan salju lunak, kendaraan ini mencatat kecepatan rata-rata sekitar 28 kilometer per jam. Saat melintas di salju keras, kecepatannya meningkat hingga rata-rata 42 kilometer per jam. Sementara di permukaan es padat, Snow Leopard 6x6 mampu mencapai kecepatan puncak hingga 65 kilometer per jam.
Perkuat Operasi Ekspedisi Antartika China
Pengujian kendaraan eksplorasi Antartika China ini merupakan bagian dari Ekspedisi Antartika ke-42. Selama misi berlangsung, Snow Leopard 6x6 digunakan untuk mempercepat perjalanan antar stasiun penelitian, mendukung respons darurat, serta memperlancar distribusi logistik.
Tim peneliti menilai penggunaan platform kendaraan baru tersebut secara signifikan meningkatkan efisiensi kerja dan jangkauan operasional misi China di Antartika.
Ekspedisi ke-42 diberangkatkan dari Shanghai pada 1 November 2025 dengan membawa agenda ilmiah yang luas. Selain pengujian kendaraan, misi ini juga mencakup eksperimen pengeboran dan penelitian danau yang terkubur jauh di bawah lapisan es.
Siapkan Teknologi Pengeboran Lapisan Es Tebal
Pemimpin ekspedisi sekaligus kepala ilmuwan Wei Fuhai mengatakan tim akan memanfaatkan sistem pengeboran air panas dan teknologi pelelehan termal yang dikembangkan di dalam negeri untuk mengambil sampel dari bawah lapisan es.
Teknologi tersebut dirancang untuk melakukan pengambilan sampel secara bersih menembus lapisan es dengan ketebalan lebih dari 3.000 meter. Upaya ini diharapkan memberi kontribusi penting bagi riset iklim dan sejarah lingkungan bumi yang tersimpan di Antartika.
Keberhasilan uji Snow Leopard 6x6 dinilai memperkuat kapasitas China dalam pengembangan kendaraan khusus untuk eksplorasi wilayah kutub dan operasi ilmiah jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







