Belgia Larang Penggunaan DeepSeek pada Perangkat Pemerintah karena Risiko Siber

AKURAT.CO Pemerintah Belgia resmi melarang penggunaan aplikasi kecerdasan buatan asal Tiongkok, DeepSeek, pada perangkat yang digunakan oleh pejabat dan pegawai negeri sipil. Kebijakan ini diberlakukan setelah badan keamanan siber nasional menyampaikan kekhawatiran terkait potensi risiko keamanan data.
Dalam memo internal yang dilaporkan media lokal, pegawai administrasi publik federal diwajibkan mencopot seluruh aplikasi DeepSeek dari perangkat kerja paling lambat Senin (1/12).
Larangan tersebut diumumkan Menteri Reformasi Administrasi Publik dan Modernisasi, Vanessa Matz, pada September lalu setelah menerima hasil analisis dari Centre for Cybersecurity Belgium mengenai penggunaan alat AI di instansi pemerintahan. Pemerintah menegaskan bahwa langkah ini bersifat preventif.
“Kepercayaan kepada pemerintah bertumpu pada prinsip kehati-hatian, perlindungan data pribadi warga, serta keamanan siber,” ujar Matz dalam pernyataan resmi. “Dengan melarang penggunaan sistem ini, kami memastikan lingkungan kerja pemerintah tetap aman dan dapat menjadi contoh.”
Pemerintah Belgia menyatakan terdapat potensi risiko penyalahgunaan data yang dikirim melalui platform AI tersebut. Karena itu, pembatasan diberlakukan sebelum terjadi insiden kebocoran atau penyalahgunaan informasi.
Belgia menjadi bagian dari daftar negara yang semakin panjang dalam membatasi DeepSeek. Sebelumnya, Ceko dan Belanda telah lebih dahulu melarang penggunaan aplikasi tersebut di perangkat kerja pemerintah. Negara lain seperti Italia, Australia, Taiwan, dan Korea Selatan juga menerapkan langkah serupa dengan alasan keamanan data dan privasi.
DeepSeek menarik perhatian global setelah memperkenalkan model AI generatif yang diklaim dikembangkan dengan sumber daya lebih kecil dibandingkan perusahaan teknologi Amerika Serikat. Namun sejak peluncurannya, aplikasi ini menuai pengawasan ketat.
Pada Juni lalu, laporan Reuters menyebutkan adanya dugaan bahwa aplikasi mengirim data pengguna ke Tiongkok dan berpotensi berkomunikasi dengan badan intelijen atau militer negara tersebut. Setelah diluncurkan di Uni Eropa pada Januari, berbagai otoritas privasi mulai melakukan peninjauan, termasuk regulator di Berlin yang bahkan meminta Google dan Apple untuk menghapus DeepSeek dari toko aplikasi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak DeepSeek belum memberikan komentar terkait larangan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








