5 Fakta Serangan Israel-AS ke Iran, Picu Status Darurat dan Ancaman Balasan

AKURAT.CO Israel melancarkan serangan yang disebut sebagai "serangan pendahuluan" langsung terhadap Iran.
Serangan ini dilakukan di tengah upaya diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait kesepakatan program nuklir.
Insiden ini memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik di kawasan tersebut. Berikut adalah 5 fakta penting mengenai serangan Israel-AS yang dilaporkan terjadi di Iran, pada Sabtu (28/2/2026).
Baca Juga: Israel dan AS Luncurkan Serangan ke Iran, Ledakan Guncang Teheran
5 Fakta Utama Serangan Israel-AS ke Iran
1. Serangan Pendahuluan Israel dan Penetapan Status Darurat
Israel melancarkan serangan terhadap Iran, pada Sabtu (28/2/2026).
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa keputusan ini diambil untuk melindungi warga sipil Israel dari potensi serangan balasan.
Setelah serangan, Israel memberlakukan status darurat di seluruh wilayahnya karena memperkirakan Iran akan melancarkan serangan balasan menggunakan pesawat nirawak (drone) dan rudal balistik. Sirene berbunyi di Israel, dan otoritas bandara menutup wilayah udara untuk penerbangan sipil.
2. Keterlibatan Amerika Serikat dalam Operasi Gabungan
Amerika Serikat melancarkan serangan terkoordinasi terhadap Iran setelah Israel.
Beberapa media terkemuka AS, mengutip pejabat Washington, melaporkan bahwa AS memulai serangannya terhadap Iran dalam operasi gabungan dengan Israel.
Serangan AS ini disebut "bukan serangan kecil" dan ditujukan pada target militer di wilayah Iran untuk mengatasi ancaman militer Iran dan melindungi pasukan AS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










