Iran Tuduh AS-Israel Hancurkan Hampir 10.000 Fasilitas Sipil

AKURAT.CO Perwakilan tetap Iran untuk PBB menuduh Amerika Serikat dan Israel telah menghancurkan hampir 10.000 fasilitas sipil sejak dimulainya operasi militer terhadap Iran. Tuduhan itu disampaikan dalam pernyataan di Dewan Keamanan PBB pada Selasa (10/3).
Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menyampaikan klaim tersebut saat melakukan pernyataan kepada media di sela pertemuan Dewan Keamanan PBB.
Menurut Iravani, kerusakan yang ditimbulkan sejak dimulainya Operasi “Roaring Lion” mencakup berbagai fasilitas sipil di Iran.
Ia merinci bahwa serangan tersebut menghancurkan “7.943 rumah tinggal, 1.617 pusat komersial dan layanan, 32 fasilitas medis dan farmasi, 65 sekolah dan lembaga pendidikan, 13 bangunan Palang Merah, serta sejumlah fasilitas pasokan energi.”
Iravani juga mengeklaim lebih dari 1.300 warga sipil tewas akibat serangan udara yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat.
Namun, angka-angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Dalam kesempatan yang sama, Iravani mengutuk serangan Israel terhadap fasilitas penyimpanan bahan bakar di Teheran yang disebut memicu pelepasan asap beracun dan menyebabkan hujan dengan tingkat keasaman tinggi.
“Menurut Perhimpunan Bulan Sabit Merah Iran, ledakan tersebut menyebabkan polusi udara parah dan risiko kesehatan serius bagi warga sipil,” kata Iravani.
Ia menambahkan dampak kesehatan itu terutama mengancam kelompok rentan, termasuk anak-anak, perempuan, lansia, serta orang-orang dengan kondisi kesehatan kritis.
Selain itu, Iravani juga menuduh Amerika Serikat sengaja menargetkan fasilitas desalinasi air tawar di Iran, yang menurutnya berpotensi membahayakan ribuan warga sipil.
“Presiden Amerika Serikat kemarin secara terbuka menyatakan kebanggaannya atas penghancuran infrastruktur sipil, angkatan laut Iran, serta pembunuhan para pelaut Iran,” kata Iravani.
“Tujuan mereka jelas: meneror warga sipil, membantai orang tak bersalah, serta menimbulkan kehancuran dan penderitaan sebesar mungkin,” lanjutnya.
Iravani menutup pernyataannya dengan menyerukan kepada seluruh negara anggota PBB untuk mengecam serangan tersebut dan mengambil langkah segera guna menghentikan perang yang disebutnya sebagai tindakan kriminal terhadap rakyat Iran.
“Perang ini menimbulkan ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan regional maupun internasional,” ujarnya.
Sumber: TRT World
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









