Stok Menipis, AS Pertimbangkan Alihkan Senjata untuk Ukraina ke Timur Tengah

AKURAT.CO Pentagon dilaporkan mempertimbangkan mengalihkan sejumlah persenjataan penting yang semula dialokasikan untuk Ukraina ke kawasan Timur Tengah. Langkah ini muncul di tengah meningkatnya konflik dengan Iran yang membebani stok amunisi militer Amerika Serikat.
Laporan The Washington Post menyebutkan, pengalihan tersebut mencakup rudal pencegat pertahanan udara. Senjata itu sebelumnya diperoleh melalui inisiatif NATO pada 2025, yang memungkinkan negara mitra membeli persenjataan AS untuk mendukung Ukraina.
Rencana ini sejalan dengan meningkatnya intensitas operasi militer AS di Timur Tengah. Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, mengatakan pasukan AS telah menyerang lebih dari 10.000 target di Iran dan berupaya melemahkan kemampuan Teheran memproyeksikan kekuatan di luar wilayahnya.
Baca Juga: Rusia Mulai Serangan Musim Semi di Ukraina Timur, Gunakan Tank dan Kendaraan Lapis Baja
Juru bicara Pentagon menyatakan Departemen Pertahanan akan memastikan pasukan AS serta sekutu dan mitranya memiliki perlengkapan yang dibutuhkan untuk menghadapi konflik.
Namun, Pentagon, Departemen Luar Negeri AS, dan NATO belum memberikan tanggapan resmi lebih lanjut terkait laporan tersebut.
Sebelumnya, pejabat pertahanan AS juga mengungkapkan bahwa sejumlah besar rudal pertahanan udara Patriot telah dipindahkan dari Eropa ke Timur Tengah. Dua sistem Patriot dikirim dari Jerman ke Turki setelah beberapa rudal balistik diluncurkan dari Iran ke arah Turki sejak konflik dimulai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









