Akurat
Pemprov Sumsel

Donald Trump: Amerika Segera Meninggalkan Iran!

Fitra Iskandar | 1 April 2026, 09:16 WIB
Donald Trump: Amerika Segera Meninggalkan Iran!
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Foto: TRTWorld

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan pasukan militernya akan segera meninggalkan Iran dalam waktu dua hingga tiga pekan, menandai kemungkinan berakhirnya serangan militer yang berlangsung saat ini.

“Yang akan saya lakukan adalah meninggalkan Iran, dan kami akan melakukan itu dalam waktu yang lebih cepat,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Senin (31/3/2026).

Ia menegaskan penarikan pasukan bisa terjadi dalam waktu dekat. “Kami akan pergi sangat segera, mungkin dua minggu, mungkin tiga minggu,” katanya.

Trump juga menyebut tujuan utama pemerintahannya untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir telah tercapai. “Mereka tidak akan memiliki senjata nuklir. Tujuan itu sudah tercapai,” ujarnya.

Selain itu, Trump mengklaim serangan Amerika Serikat telah secara signifikan melemahkan kemampuan militer Iran. Menurutnya, Teheran membutuhkan waktu hingga 15–20 tahun untuk membangun kembali kekuatannya.

“Kami akan segera pergi, dan jika Prancis atau negara lain ingin mengambil minyak atau gas, mereka bisa melintasi selat (Hormuz),” kata Trump.

Baca Juga: Trump Sindir Prancis dan Sekutu, Minta Negara Dunia Beli BBM ke AS atau “Rebut Sendiri” di Hormuz

Ia menambahkan negara lain dapat mengamankan jalur tersebut secara mandiri. “Mereka bisa menjaga diri sendiri. Saya pikir itu akan sangat aman, dan kami tidak ada kaitannya dengan itu,” ujarnya.

Sejak 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan udara ke Iran yang menurut otoritas Iran telah menewaskan lebih dari 1.340 orang.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah negara lain seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Data resmi menyebutkan sedikitnya 13 personel militer Amerika Serikat tewas sejak konflik dimulai.

Konflik tersebut juga mendorong kenaikan harga energi global dan mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu rute utama distribusi minyak dunia.

Sumber: TRTWorld

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.