Uni Emirat Arab: Selat Hormuz Tidak Boleh Disandera!

AKURAT.CO Penasihat diplomatik Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Anwar Gargash, menegaskan bahwa setiap penyelesaian konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran harus menjamin akses bebas melalui Selat Hormuz.
Dalam pengarahan akhir pekan, Gargash menyebut selat tersebut sebagai jalur vital energi dunia yang tidak boleh dijadikan alat tekanan politik. Ia menekankan bahwa keamanan Selat Hormuz merupakan kepentingan ekonomi global, bukan sekadar isu regional.
“Selat Hormuz tidak boleh disandera oleh negara mana pun. Kebebasan navigasi harus menjadi bagian dari setiap penyelesaian konflik dengan kesepakatan yang jelas,” ujarnya.
Gargash juga memperingatkan bahwa kesepakatan yang tidak mampu membatasi program nuklir Iran serta pengembangan rudal dan drone berpotensi menciptakan kawasan Timur Tengah yang lebih berbahaya dan tidak stabil.
Ia menyatakan UEA menginginkan perang segera berakhir, namun menolak gencatan senjata yang tidak menyentuh akar masalah. “Kami tidak ingin eskalasi berlanjut, tetapi kami juga tidak menginginkan gencatan senjata yang mengabaikan isu utama yang dapat memperburuk situasi,” katanya.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump kembali mengancam Iran dengan serangan besar jika tidak mencapai kesepakatan dan membuka kembali Selat Hormuz sebelum tenggat yang ditetapkannya pada Selasa. Ia juga mengisyaratkan kemungkinan serangan lanjutan terhadap infrastruktur energi dan transportasi Iran.
Konflik antara AS dan Israel melawan Iran telah berlangsung lebih dari lima pekan sejak akhir Februari, dengan serangan udara dan rudal yang menewaskan hampir 2.000 orang, termasuk anak-anak.
Gargash menyebut situasi saat ini mendekati skenario terburuk yang selama ini dikhawatirkan UEA, yakni serangan langsung dari Iran. Meski demikian, ia mengatakan negaranya masih mampu bertahan dan menunjukkan ketahanan di tengah tekanan.
UEA juga menyatakan kesiapan untuk bergabung dalam upaya internasional yang dipimpin AS guna mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia melewati jalur tersebut setiap hari, namun ancaman dari Iran telah mengganggu arus distribusi dan memicu krisis energi global.
Menurut Gargash, strategi Iran justru berpotensi memperkuat hubungan keamanan negara-negara Teluk dengan AS, serta meningkatkan peran militer Washington di kawasan. Ia menegaskan AS akan tetap menjadi mitra keamanan utama UEA di tengah meningkatnya ancaman regional.
Sumber: TRT World
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





