Akurat
Pemprov Sumsel

Uni Emirat Arab: Selat Hormuz Tidak Boleh Disandera!

Fitra Iskandar | 6 April 2026, 16:13 WIB
Uni Emirat Arab: Selat Hormuz Tidak Boleh Disandera!
Penasihat diplomatik Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Anwar Gargash. Foto: National

AKURAT.CO Penasihat diplomatik Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Anwar Gargash, menegaskan bahwa setiap penyelesaian konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran harus menjamin akses bebas melalui Selat Hormuz.

Dalam pengarahan akhir pekan, Gargash menyebut selat tersebut sebagai jalur vital energi dunia yang tidak boleh dijadikan alat tekanan politik. Ia menekankan bahwa keamanan Selat Hormuz merupakan kepentingan ekonomi global, bukan sekadar isu regional.

“Selat Hormuz tidak boleh disandera oleh negara mana pun. Kebebasan navigasi harus menjadi bagian dari setiap penyelesaian konflik dengan kesepakatan yang jelas,” ujarnya.

Gargash juga memperingatkan bahwa kesepakatan yang tidak mampu membatasi program nuklir Iran serta pengembangan rudal dan drone berpotensi menciptakan kawasan Timur Tengah yang lebih berbahaya dan tidak stabil.

Ia menyatakan UEA menginginkan perang segera berakhir, namun menolak gencatan senjata yang tidak menyentuh akar masalah. “Kami tidak ingin eskalasi berlanjut, tetapi kami juga tidak menginginkan gencatan senjata yang mengabaikan isu utama yang dapat memperburuk situasi,” katanya.

Baca Juga: Kantor Presiden: Selat Hormuz akan Tetap Ditutup hingga Iran Menerima Kompensasi Kerusakan akibat Perang

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump kembali mengancam Iran dengan serangan besar jika tidak mencapai kesepakatan dan membuka kembali Selat Hormuz sebelum tenggat yang ditetapkannya pada Selasa. Ia juga mengisyaratkan kemungkinan serangan lanjutan terhadap infrastruktur energi dan transportasi Iran.

Konflik antara AS dan Israel melawan Iran telah berlangsung lebih dari lima pekan sejak akhir Februari, dengan serangan udara dan rudal yang menewaskan hampir 2.000 orang, termasuk anak-anak.

Gargash menyebut situasi saat ini mendekati skenario terburuk yang selama ini dikhawatirkan UEA, yakni serangan langsung dari Iran. Meski demikian, ia mengatakan negaranya masih mampu bertahan dan menunjukkan ketahanan di tengah tekanan.

UEA juga menyatakan kesiapan untuk bergabung dalam upaya internasional yang dipimpin AS guna mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia melewati jalur tersebut setiap hari, namun ancaman dari Iran telah mengganggu arus distribusi dan memicu krisis energi global.

Menurut Gargash, strategi Iran justru berpotensi memperkuat hubungan keamanan negara-negara Teluk dengan AS, serta meningkatkan peran militer Washington di kawasan. Ia menegaskan AS akan tetap menjadi mitra keamanan utama UEA di tengah meningkatnya ancaman regional.

Sumber: TRT World

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.