Meski Gencatan Senjata, Israel Lancarkan Serangan Terbesar ke Lebanon yang Tewaskan 250 Orang

AKURAT.CO Israel melancarkan serangan terbesarnya pada Rabu (8/4/2026) ke Lebanon sejak konflik dengan kelompok Hizbullah pecah bulan lalu. Operasi militer Zionist itu dilaporkan menewaskan lebih dari 250 orang.
Serangan ini terjadi di tengah penghentian sementara serangan oleh kelompok yang didukung Iran tersebut dalam kerangka gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran.
Serangan tersebut memunculkan pertanyaan atas upaya gencatan senjata di kawasan. Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya menyatakan bahwa gencatan senjata di Lebanon menjadi syarat penting dalam kesepakatan negaranya dengan Amerika Serikat.
Pada Rabu sore, sedikitnya lima serangan berturut-turut mengguncang ibu kota Beirut, memunculkan kepulan asap tebal. Militer Israel menyebut serangan itu sebagai operasi terkoordinasi terbesar dalam perang, dengan lebih dari 100 pusat komando dan fasilitas militer Hizbullah menjadi sasaran di Beirut, Lembah Bekaa, dan Lebanon selatan dalam waktu kurang dari 10 menit.
Baca Juga: AS–Iran Sepakati Gencatan Senjata Dua Pekan, Israel: Tak Berlaku untuk Konflik dengan Hizbullah
Layanan pertahanan sipil Lebanon melaporkan 254 orang tewas dan lebih dari 1.100 lainnya luka-luka di seluruh wilayah negara itu. Korban terbanyak tercatat di Beirut dengan 91 orang tewas. Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut jumlah korban tewas mencapai 182 orang dan belum merupakan angka final.
Hari tersebut menjadi yang paling mematikan sejak perang pecah pada 2 Maret, ketika Hizbullah menembakkan roket ke Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Iran, menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran dua hari sebelumnya. Israel kemudian melancarkan operasi militer udara dan darat secara besar-besaran sebagai balasan.
Di lapangan, wartawan melihat petugas penyelamat mengevakuasi seorang perempuan lanjut usia menggunakan derek dari bangunan yang rusak parah di Beirut barat. Setengah bagian gedung tersebut runtuh akibat serangan udara Israel, membuat penghuni di lantai atas terjebak.
Keterbatasan ambulans membuat warga menggunakan sepeda motor untuk mengangkut korban luka ke rumah sakit. Salah satu fasilitas medis terbesar di Beirut dilaporkan membutuhkan donor darah dari semua golongan.
Kepala HAM PBB Volker Türk menyebut skala korban jiwa dan kehancuran di Lebanon sebagai sesuatu yang mengerikan. Ia menilai serangan tersebut sulit dipercaya karena terjadi hanya beberapa jam setelah kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.
Pada malam hari, serangan kembali menghantam wilayah pinggiran selatan Beirut.
Lebanon Tidak Termasuk Gencatan Senjata
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata dengan Iran. Ia menyatakan militer Israel akan terus menyerang Hizbullah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









