PM Lawrence Wong Peringatkan Singapura Harus Bersiap Hadapi Potensi Konflik dan Perang

AKURAT.CO Perdana Menteri Lawrence Wong memperingatkan bahwa Singapura harus bersiap menghadapi meningkatnya ketidakpastian global, termasuk potensi konflik dan peperangan dalam beberapa tahun ke depan.
“Ini bukan situasi yang kita harapkan, tetapi itulah realitas dunia saat ini dan kita harus siap menghadapinya,” ujar Wong saat mengunjungi pasukan Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) di Mandai Hill Camp, Kamis (9/4/2026).
Ia menekankan bahwa di tengah kekhawatiran terhadap gangguan energi akibat konflik di Timur Tengah, sektor pertahanan tetap menjadi prioritas utama.
Menurutnya, selain memperkuat ketahanan di bidang energi dan pangan, Singapura juga perlu terus meningkatkan kesiapan pertahanan.
Dalam kunjungan tersebut, Wong meninjau berbagai aset militer Divisi ke-6/Markas Sense and Strike, termasuk drone buatan lokal maupun komersial serta sistem roket artileri mobilitas tinggi (HIMARS).
Didampingi Menteri Pertahanan Chan Chun Sing, Kepala Angkatan Darat Mayor Jenderal Cai Dexian, serta sejumlah pejabat militer, Wong juga menyaksikan simulasi operasi gabungan antara Angkatan Darat dan Angkatan Udara Singapura.
Baca Juga: Akademisi Malaysia Ditolak Masuk Singapura, karena Dukung Perjuangan Palestina?
Dalam simulasi tersebut, pesawat tanpa awak digunakan untuk memindai posisi musuh, dengan data yang dikirim ke pusat komando. Informasi kemudian dianalisis menggunakan kecerdasan buatan untuk memberikan gambaran situasi di medan tempur.
Wong mengatakan konflik terkini, seperti perang Rusia-Ukraina dan konflik di Timur Tengah, memberikan pelajaran penting, terutama terkait efektivitas drone berbiaya rendah dalam peperangan modern.
Ia menegaskan pentingnya memanfaatkan teknologi baru dalam konsep operasi militer, termasuk integrasi lintas matra darat, laut, dan udara.
Menurutnya, hasil peninjauan tersebut menunjukkan bahwa SAF berada di jalur yang tepat dalam mengembangkan kemampuan militernya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









