Israel Kecam Pernyataan Menhan Pakistan yang Sebut Israel “Jahat” karena Serang Lebanon

AKURAT.CO Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam pernyataan Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif yang menyebut Israel sebagai “jahat” dan “kutukan bagi kemanusiaan”.
Pernyataan tersebut disampaikan Asif melalui platform X milik perusahaan media sosial Amerika Serikat, menyusul serangan udara besar-besaran Israel pada Rabu yang menewaskan sedikitnya 256 orang di Lebanon dan melukai ratusan lainnya.
Asif menuduh Israel terus membunuh warga sipil di Lebanon di tengah berlangsungnya negosiasi di Islamabad. Ia juga menyebut tindakan Israel sebagai genosida, seraya menambahkan bahwa kekerasan terus berlanjut dari Gaza, Iran, hingga Lebanon.
Selain itu, Asif berharap pihak-pihak yang mendirikan Israel di tanah Palestina “masuk neraka”.
Menanggapi hal itu, kantor Netanyahu menyatakan pernyataan Asif sama dengan seruan untuk menghancurkan Israel.
“Seruan Menteri Pertahanan Pakistan untuk pemusnahan Israel sangat keterlaluan,” demikian pernyataan kantor Netanyahu.
Pemerintah Israel menegaskan pernyataan tersebut tidak dapat diterima dari negara mana pun, terlebih dari pihak yang mengklaim sebagai mediator netral dalam upaya perdamaian.
Polemik ini terjadi di tengah meningkatnya serangan Israel ke Lebanon, meski upaya diplomatik masih berlangsung terkait gencatan senjata dua pekan yang diumumkan Amerika Serikat dan Iran serta dimediasi Pakistan.
Pihak Pakistan dan Teheran menyebut kesepakatan tersebut juga mencakup Lebanon. Namun, Washington dan Tel Aviv membantah klaim itu.
Militer Israel dilaporkan meningkatkan serangan ke berbagai wilayah Lebanon sejak Rabu. Menurut otoritas pertahanan sipil Lebanon, sedikitnya 303 orang tewas dan 1.150 lainnya luka-luka.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat total korban sejak ofensif Israel diperluas pada 2 Maret mencapai 1.888 orang tewas dan 6.092 lainnya terluka.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









