Akurat
Pemprov Sumsel

Terungkap! 4 Alasan Rakyat Amerika Tidak Suka Perang dengan Iran

Lufaefi | 20 April 2026, 07:00 WIB
Terungkap! 4 Alasan Rakyat Amerika Tidak Suka Perang dengan Iran
Bendera Amerika Serikat (istimewa)

AKURAT.CO Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menuai penolakan dari sebagian besar publik Amerika. Sejumlah faktor politik, ekonomi, hingga keamanan disebut menjadi alasan mengapa konflik tersebut tidak mendapat dukungan luas.

Mantan Wakil Presiden AS, Kamala Harris, secara terbuka mengkritik keputusan Presiden Donald Trump yang dinilai menyeret AS ke dalam perang.

Berbicara dalam sebuah acara di Detroit, Harris mengatakan, “Trump memasuki perang, dan dia ditarik ke dalamnya oleh Bibi Netanyahu, mari kita perjelas hal itu, bahwa rakyat Amerika tidak menginginkannya. Di antara banyak konsekuensinya adalah kenaikan harga bensin.”

Berikut empat faktor utama yang membuat perang dengan Iran tidak diinginkan publik AS:

1. Dinilai Terpengaruh Kepentingan Israel

Harris menuding Trump masuk ke dalam konflik karena pengaruh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Ia menyiratkan bahwa keputusan tersebut bukan murni demi kepentingan nasional AS, melainkan bagian dari dinamika politik eksternal.

Baca Juga: Alhamdulillah, Iran Siap Akhiri Perang dengan Syarat Ini

Pernyataan itu memperkuat persepsi sebagian warga bahwa perang bukan pilihan strategis yang lahir dari kebutuhan mendesak Amerika.

2. Mengalihkan Isu Domestik

Harris juga menyinggung kasus terpidana kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. Ia menyatakan bahwa agresi terhadap Iran diduga menjadi cara untuk mengalihkan perhatian publik dari isu tersebut.

“Dengan melancarkan agresi terhadap Iran, Trump ingin mengalihkan fokus opini publik AS dari keterlibatannya dengan Epstein ke perang yang memengaruhi setiap aspek kehidupan sehari-hari Amerika,” ujarnya.

Sejumlah survei menunjukkan mayoritas calon pemilih percaya keputusan militer itu setidaknya sebagian dipicu oleh kepentingan politik domestik.

3. Membahayakan Prajurit dan Ekonomi

Penolakan publik juga dipicu kekhawatiran terhadap keselamatan prajurit AS serta dampak ekonomi yang dirasakan langsung masyarakat.

Harris menyebut pemerintahan saat ini sebagai “pemerintahan presiden yang paling korup, tidak berperasaan, dan tidak kompeten dalam sejarah Amerika Serikat.”

Ia menambahkan, “Pria itu tidak mengerti seperti apa kekuatan sejati itu, dan ia selalu berusaha menutupi kekurangannya… Ia telah gagal dalam semua hal.”

Di sisi lain, kenaikan harga bensin akibat ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin membebani rumah tangga Amerika.

4. Risiko Eskalasi dan Balasan Iran

Konflik memanas sejak 28 Februari ketika serangan udara AS-Israel menargetkan Iran. Teheran membalas dengan operasi rudal dan drone yang menyasar wilayah Israel serta pangkalan militer AS di kawasan tersebut.

Iran juga sempat menutup Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia, yang berdampak pada lonjakan harga energi global.

Baca Juga: Negara Eksportir Untung, Importir Tertekan Energi, Kok Bisa?

Upaya gencatan senjata sempat dimediasi Pakistan pada 8 April, namun perundingan lanjutan antara delegasi Iran dan AS berakhir tanpa kesepakatan. Iran menyebut adanya tuntutan yang berlebihan dari pihak Washington.

Situasi ini memperkuat kekhawatiran publik Amerika bahwa perang berpotensi berkepanjangan dan membawa dampak luas, baik secara militer maupun ekonomi.

Dengan berbagai faktor tersebut, penolakan terhadap perang dengan Iran terus menguat di tengah dinamika politik domestik AS.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi