Atasi Banjir Bandung, Dedi Mulyadi Dorong Pembangunan Danau dan Benahi Tata Ruang

AKURAT.CO Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan langkah strategis dalam penanganan banjir di Kabupaten Bandung dengan mendorong pembangunan danau sebagai tampungan air.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung dalam rangka Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung.
Dalam kesempatan itu, Dedi—yang akrab disapa KDM—menilai kondisi geografis Bandung membutuhkan lebih banyak ruang tampung air untuk mengantisipasi limpasan saat curah hujan tinggi.
“Bandung itu harus diperbanyak danau, karena Bandung itu adalah bendungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap mendukung pembangunan danau, khususnya di lahan yang telah dibebaskan oleh pemerintah daerah.
Upaya ini dinilai sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi.
Selain itu, KDM juga menyoroti persoalan tata ruang yang dinilai menjadi akar permasalahan banjir.
Ia meminta adanya langkah konkret untuk merevisi tata ruang agar lebih berpihak pada keseimbangan lingkungan.
“Penanganan banjir, Pak Bupati, dalam tahun ini harus melakukan perubahan tata ruang. Karena jujur saja, tata ruang Bandung ini salah—sawah dibuat jadi pabrik,” tegasnya, Selasa (21/4/2026).
Permasalahan lain yang turut menjadi perhatian adalah pengelolaan sampah. Menurutnya, penumpukan sampah memperparah banjir akibat tersumbatnya aliran air.
Untuk itu, pemerintah daerah bersama Pemprov Jawa Barat telah menyepakati pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebagai solusi pengolahan sampah terpadu.
Di sisi lain, KDM menekankan pentingnya penghijauan di kawasan Bandung Selatan melalui penanaman tanaman keras seperti teh dan kopi.
Program ini tidak hanya menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan bahwa penanganan banjir membutuhkan kolaborasi lintas wilayah di kawasan Bandung Raya.
Ia menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk bersinergi dengan berbagai pihak dalam menyelesaikan persoalan lingkungan tersebut.
Dadang juga sejalan dengan gagasan penghijauan yang disampaikan gubernur.
Ia menilai penanaman tanaman keras seperti teh dan kopi dapat menjadi solusi ganda, yakni memperbaiki lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui pemberdayaan ekonomi lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








