Netanyahu: Konflik dengan Iran Belum Berakhir dan Eskalasi Lebih Lanjut Mungkin Terjadi

AKURAT.CO Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan konfrontasi dengan Iran belum berakhir dan memperingatkan kemungkinan perkembangan baru dapat terjadi sewaktu-waktu.
Pernyataan itu disampaikan Netanyahu saat tampil bersama Presiden Argentina Javier Milei yang tengah melakukan kunjungan ke Israel.
Netanyahu menggambarkan situasi saat ini sebagai periode penuh tantangan dan konsekuensi serius. Ia menegaskan Israel, bersama Amerika Serikat, masih terus terlibat dalam upaya terkait konflik tersebut dan berkomitmen mencapai tujuan strategisnya.
“Kami telah mencapai banyak hal, tetapi ini belum berakhir, dan perkembangan baru bisa terjadi kapan saja,” ujarnya.
Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang terus berlanjut antara Israel dan Iran, dengan kedua pihak saling menuduh melakukan tindakan yang memperburuk stabilitas kawasan serta mempertahankan kesiagaan militer dan politik tingkat tinggi.
Sumber: APA
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







