Kenapa AS Pecat Menteri Angkatan Laut Saat Perang Iran Memanas? Ini Dugaan Penyebabnya

AKURAT.CO Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) memberhentikan Menteri Angkatan Laut John Phelan di tengah perang yang sedang berlangsung melawan Iran sejak 28 Februari.
Pemecatan Phelan diumumkan pada Rabu (22/4/2026), tanpa memberikan rincian alasan lebih lanjut secara eksplisit.
Peristiwa ini terjadi di tengah ketegangan maritim yang meningkat dengan Iran di salah satu jalur pelayaran minyak paling penting di dunia, Selat Hormuz.
Kronologi dan Latar Belakang Pemecatan
Pemecatan John Phelan ini merupakan bagian dari gelombang perombakan baru di Pentagon selama masa perang. Kejadian ini hanya berselang beberapa pekan setelah Menteri Pertahanan Pete Hegseth mencopot jenderal tertinggi Angkatan Darat AS, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George.
Pengunduran diri Phelan menambah gejolak dalam berbagai tingkat kepemimpinan Pentagon, termasuk pemecatan Ketua Kepala Staf Gabungan sebelumnya, Jenderal Angkatan Udara C.Q. Brown, serta kepala operasi angkatan laut dan wakil kepala staf Angkatan Udara pada tahun lalu.
Meskipun Pentagon tidak memberikan alasan spesifik, juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, menyatakan bahwa Phelan meninggalkan pemerintahan. Parnell juga mengucapkan terima kasih atas pengabdian Phelan kepada Kementerian dan Angkatan Laut Amerika Serikat.
Wakil Phelan, Wakil Menteri Hung Cao, akan mengambil alih jabatan sementara sebagai pejabat sipil nomor dua di Angkatan Laut.
Dugaan Penyebab Pemecatan
Beberapa sumber dan laporan media mengindikasikan adanya ketegangan internal yang kuat di dalam Pentagon sebagai pemicu pemecatan Phelan.
Perselisihan Mengenai Visi “Golden Fleet”
Menurut beberapa sumber, konflik utama berkaitan dengan upaya pemerintah dalam membangkitkan kembali industri galangan kapal AS, khususnya visi Donald Trump untuk membangun “Golden Fleet” (Armada Emas) AS yang baru.
Phelan telah membantu merancang proyek kapal perang baru yang sangat mahal ini untuk mendapatkan dukungan dari Presiden Trump.
Namun, kapal perang kelas “Trump” ini menjadi sumber frustrasi utama bagi Hegseth dan Wakil Menteri Pertahanan Stephen Feinberg karena tidak sejalan dengan strategi Pentagon untuk beralih ke kapal tak berawak yang lebih kecil dan lebih murah.
Kapal-kapal besar yang didukung Phelan akan menelan biaya miliaran dolar bagi Pentagon, yang dianggap “sama sekali tidak sejalan dengan tujuan Hegseth dan Feinberg”.
Ketegangan dengan Menteri Pertahanan dan Wakil Menteri
Ketegangan telah berlangsung selama berbulan-bulan antara Phelan dan atasannya, Pete Hegseth serta Steve Feinberg, mengenai masalah personalia dan gaya manajemen.
Hegseth dilaporkan keberatan dengan komunikasi langsung Phelan dengan Trump, yang dianggap sebagai upaya untuk melompati posisinya.
Seorang pejabat senior administrasi menyatakan bahwa Hegseth telah berkonsultasi dengan Trump, dan keduanya “sepakat bahwa kepemimpinan baru di Angkatan Laut diperlukan”.
Kekhawatiran Mengenai Kompetensi dan Strategi
Seorang sumber dari Partai Republik yang akrab dengan posisi Phelan di Pentagon menyebutkan bahwa administrasi ingin mempercepat program pembangunan kapal karena agenda presiden, tetapi Phelan tampaknya tidak mampu mencapai tujuan tersebut dan tidak disukai.
Selain itu, Phelan baru-baru ini kehilangan beberapa tanggung jawab utamanya, dengan Feinberg mengambil alih manajemen program kapal selam dan Kantor Manajemen dan Anggaran menjalankan upaya pembangunan kapal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Daftar PHTC 2026: Syarat Lengkap, Link Resmi, dan Tips Lolos Seleksi
- 2Sejumlah ilmuwan AS yang Terlibat Pengembangan Penangkal Nuklir dan Teknologi Antariksa Hilang Misterius
- 3Kenapa Ikan Sapu-sapu Dimusnahkan? Ini Bahaya dan Dampaknya bagi Lingkungan
- 4Iran Keluarkan Pernyataan Resmi Menolak Perundingan Baru dengan Amerika Serikat
- 5Setelah Kyiv Memperbaiki Pipa Minyak dari Rusia, Hungaria Akan Cabut Larangan atas Pinjaman Uni Eropa untuk Ukraina
- 6Pembukaan Sebagian Wilayah Udara Dimulai, AS Minta Warganya Segera Tinggalkan Iran
- 7Warga Amerika: Demensia Trump Makin Parah, Pernyataan-pernyataannya Makin Aneh!
- 8Bernie Sanders Kalah, Senat AS Tolak Dua Resolusi Blokir Penjualan Senjata ke Israel
- 9KPK: Banyak PIHK Kembalikan Uang Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
- 10Cadangan Beras Tembus 5 Juta Ton, Sejarah Baru Ketahanan Pangan Indonesia





