Iran Tawarkan Buka Selat Hormuz Tanpa Bahas Nuklir, Tetapi Trump Beri Sinyal Penolakan

AKURAT.CO Iran disebut-sebut telah mengajukan proposal baru untuk mengakhiri pembatasan di Selat Hormuz tanpa membahas program nuklirnya. Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal tidak akan menyetujui usulan tersebut.
Reuters pada Senin (27/4/2026) melaporkan bahwa dua pejabat regional yang mengetahui negosiasi tersebut menyebut, Iran juga meminta Amerika Serikat mencabut blokade terhadap negaranya sebagai bagian dari kesepakatan.
Proposal itu disampaikan ke Washington melalui Pakistan di tengah upaya meredakan ketegangan yang berdampak besar pada jalur distribusi energi global.
Trump menegaskan, setiap kesepakatan harus mencakup penghentian program nuklir Iran.
“Kami memegang semua kartu. Jika mereka ingin berbicara, mereka bisa datang kepada kami,” kata Trump kepada Fox News.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan kunjungan ke Rusia dan tiba di St Petersburg untuk bertemu Presiden Vladimir Putin.
Dalam pernyataannya, Araghchi mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk berkonsultasi dengan Moskow terkait perkembangan perang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Sebelumnya, ia juga mengunjungi Pakistan dan Oman, dua negara yang berperan penting dalam upaya mediasi konflik.
Ketegangan di Selat Hormuz masih berlangsung meski telah ada gencatan senjata. Jalur strategis ini merupakan pintu keluar utama Teluk Persia yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas dunia.
Harga minyak global pun melonjak. Kontrak Brent tercatat berada di kisaran USD107 per barel, naik signifikan dibanding sekitar USD72 sebelum konflik pecah.
Upaya negosiasi yang difasilitasi Pakistan sempat direncanakan berlangsung di Islamabad. Namun, Trump menyebut pembicaraan bisa dilakukan melalui sambungan telepon dan membatalkan pengiriman utusan khusus AS.
Gedung Putih sebelumnya berencana mengirim Steve Witkoff dan Jared Kushner, namun misi itu dibatalkan karena minimnya kemajuan dalam pembicaraan.
Di sisi lain, Iran menilai tuntutan Washington terlalu berlebihan dan menjadi penyebab tertundanya negosiasi.
Situasi di Selat Hormuz juga berdampak pada distribusi global, tidak hanya minyak, tetapi juga gas alam cair, pupuk, dan berbagai komoditas penting lainnya.
Iran bahkan disebut tengah mendorong Oman untuk mendukung mekanisme penarikan biaya bagi kapal yang melintas di selat tersebut, meski belum ada respons resmi dari Oman.
Ketegangan militer masih terus meningkat. Iran memperingatkan akan memberikan respons keras jika Amerika Serikat melanjutkan aksi militernya, termasuk blokade laut.
Sementara itu, Trump menegaskan salah satu syarat utama kesepakatan adalah Iran tidak memiliki senjata nuklir.
Menurut badan pengawas nuklir PBB, Iran saat ini memiliki sekitar 440 kilogram uranium yang diperkaya hingga 60 persen—tingkat yang mendekati bahan baku senjata nuklir.
Meski gencatan senjata yang disepakati sejak 7 April masih berlaku, kesepakatan permanen belum tercapai. Konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan sekutunya telah menewaskan ribuan orang serta mengguncang perekonomian global.
Sumber: Reuters
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








