Akurat Logo

Flotilla Bantuan Gaza Dicegat Israel di Laut Mediterania, Ratusan Aktivis Ditahan

Fitra Iskandar | 30 April 2026, 15:35 WIB
Flotilla Bantuan Gaza Dicegat Israel di Laut Mediterania, Ratusan Aktivis Ditahan
Ilustrasi. Foto: (Foto: Instagram - @globalsumudflotilla)

AKURAT.CO Upaya pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza melalui jalur laut kembali kandas. Puluhan kapal yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla dilaporkan dicegat pasukan Israel saat berlayar di dekat Pulau Kreta, Yunani, pada Rabu malam hingga Kamis (30/4).

Para aktivis menyebut kapal-kapal tersebut dihentikan saat berada di perairan internasional, sekitar ratusan mil dari Gaza. Dalam insiden itu, awak kapal ditahan oleh otoritas Israel.

“Tindakan Israel ini merupakan eskalasi berbahaya dan belum pernah terjadi sebelumnya—penculikan warga sipil di tengah Laut Mediterania, di hadapan dunia,” demikian pernyataan penyelenggara flotilla.

70 Kapal dari Berbagai Negara

Misi Global Sumud Flotilla berangkat dari Barcelona awal bulan ini dengan tujuan menembus blokade laut Gaza dan mengirim bantuan kemanusiaan. Penyelenggara menyebut lebih dari 70 kapal dan sekitar 1.000 peserta dari berbagai negara ikut serta, dengan tambahan kapal bergabung sepanjang perjalanan menuju timur Mediterania.

Namun, Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan pihaknya telah mengamankan sekitar 175 aktivis dari lebih dari 20 kapal yang ikut dalam misi tersebut dan membawa mereka ke wilayah Israel.

Blokade Gaza Jadi Sorotan

Blokade terhadap Gaza telah diberlakukan oleh Israel dan Mesir sejak 2007 setelah kelompok Hamas mengambil alih kekuasaan di wilayah tersebut. Israel beralasan kebijakan itu diperlukan untuk mencegah masuknya senjata ke tangan Hamas.

Sebaliknya, banyak pihak menilai blokade tersebut sebagai bentuk hukuman kolektif terhadap warga sipil Palestina.

Kementerian Luar Negeri Turki mengecam keras tindakan Israel dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional.

“Dengan menargetkan flotilla yang bertujuan menarik perhatian pada krisis kemanusiaan di Gaza, Israel telah melanggar prinsip kemanusiaan dan hukum internasional,” bunyi pernyataan resmi.

Protes Internasional dan Aksi di Yunani

Insiden ini juga memicu reaksi di Yunani. Aktivis setempat berencana menggelar aksi protes di depan kantor Kementerian Luar Negeri di Athens.

Mereka menilai pencegatan terjadi di zona laut yang berada dalam tanggung jawab Yunani untuk operasi pencarian dan penyelamatan, namun tidak ada respons dari penjaga pantai setempat.

Kondisi Gaza Kian Memprihatinkan

Meski gencatan senjata rapuh telah berlangsung sekitar enam bulan, kekerasan di Gaza masih terus terjadi. Data Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 790 orang tewas sejak gencatan senjata diberlakukan.

Secara keseluruhan, lebih dari 72.000 warga Palestina dilaporkan tewas sejak perang pecah pada 7 Oktober 2023, ketika serangan kelompok Hamas ke wilayah Israel menewaskan sekitar 1.200 orang.

Hingga kini, sekitar 2 juta warga Gaza hidup dalam kondisi serba terbatas, menghadapi kekurangan makanan, obat-obatan, serta akses bantuan yang sangat terbatas.

Upaya Kedua yang Gagal

Ini bukan kali pertama flotilla mencoba menembus blokade. Tahun lalu, upaya serupa juga digagalkan oleh Israel. Sejumlah kapal yang mendekati wilayah Gaza saat itu dicegat, disita, atau dipaksa kembali.

Penyelenggara berharap aksi terbaru ini dapat kembali menarik perhatian dunia terhadap krisis kemanusiaan di Gaza, di tengah fokus global yang mulai bergeser ke konflik lain di kawasan.

Sumber: Reuters

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.