Buntut Kekecewaan dengan NATO, Trump Tarik 5.000 Tentara AS dari Jerman

AKURAT.CO Pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump kembali memicu ketegangan dengan sekutu NATO. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memerintahkan penarikan sekitar 5.000 personel militer dari Jerman dalam waktu maksimal satu tahun ke depan.
Kementerian Pertahanan AS (Pentagon) mengonfirmasi bahwa proses penarikan pasukan akan dilakukan secara bertahap dalam enam hingga dua belas bulan ke depan. Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menyebut keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap posisi dan kebutuhan militer AS di kawasan Eropa.
“Keputusan ini merupakan hasil peninjauan komprehensif terhadap postur kekuatan kami di Eropa, dengan mempertimbangkan kebutuhan operasi dan kondisi di lapangan,” ujar Parnell dalam pernyataan resminya.
Langkah ini muncul di tengah memanasnya hubungan antara Washington dan Berlin, khususnya setelah pernyataan Trump yang mengkritik Kanselir Jerman Friedrich Merz terkait sikapnya dalam konflik Iran.
Trump bahkan menuding Merz memiliki pandangan yang membahayakan. “Dia pikir tidak masalah Iran memiliki senjata nuklir. Dia tidak tahu apa yang dia bicarakan,” kata Trump dalam pernyataannya awal pekan ini.
Tak hanya Jerman, Trump juga membuka kemungkinan penarikan pasukan dari negara Eropa lainnya. Dalam pernyataan di Gedung Putih, ia menyebut Italia dan Spanyol tidak memberikan dukungan yang cukup selama konflik berlangsung.
“Italia tidak banyak membantu kami, dan Spanyol benar-benar buruk, sangat buruk,” ujar Trump. Saat ditanya kemungkinan penarikan pasukan, ia menjawab, “Ya, mungkin saja. Kenapa tidak?”
Data terbaru menunjukkan, hingga akhir 2025 terdapat sekitar 36.436 tentara AS yang ditempatkan di Jerman, 12.662 di Italia, dan 3.814 di Spanyol.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menyatakan negaranya siap menghadapi pengurangan pasukan AS. Ia menegaskan bahwa komunikasi dengan sekutu NATO tetap berjalan erat dan penuh kepercayaan.
Meski demikian, Wadephul menekankan bahwa sejumlah pangkalan militer strategis AS di Jerman tidak akan terpengaruh. Salah satunya adalah Ramstein Air Base yang disebut memiliki peran vital bagi kedua negara.
“Pangkalan seperti Ramstein memiliki fungsi yang tidak tergantikan, baik bagi Amerika Serikat maupun bagi kami,” ujarnya.
Di sisi lain, Uni Eropa menegaskan bahwa kehadiran militer AS di Eropa juga merupakan kepentingan strategis Washington. Uni Eropa menyebut AS tetap menjadi mitra penting dalam menjaga keamanan dan pertahanan kawasan.
Sumber: TRT World
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






