Akurat Logo

Buntut Kekecewaan dengan NATO, Trump Tarik 5.000 Tentara AS dari Jerman

Fitra Iskandar | 2 Mei 2026, 08:01 WIB
Buntut Kekecewaan dengan NATO, Trump Tarik 5.000 Tentara AS dari Jerman
Ilustrasi tentara AS. Foto: Unsplash

AKURAT.CO Pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump kembali memicu ketegangan dengan sekutu NATO. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memerintahkan penarikan sekitar 5.000 personel militer dari Jerman dalam waktu maksimal satu tahun ke depan.

Kementerian Pertahanan AS (Pentagon) mengonfirmasi bahwa proses penarikan pasukan akan dilakukan secara bertahap dalam enam hingga dua belas bulan ke depan. Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menyebut keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap posisi dan kebutuhan militer AS di kawasan Eropa.

“Keputusan ini merupakan hasil peninjauan komprehensif terhadap postur kekuatan kami di Eropa, dengan mempertimbangkan kebutuhan operasi dan kondisi di lapangan,” ujar Parnell dalam pernyataan resminya.

Langkah ini muncul di tengah memanasnya hubungan antara Washington dan Berlin, khususnya setelah pernyataan Trump yang mengkritik Kanselir Jerman Friedrich Merz terkait sikapnya dalam konflik Iran.

Trump bahkan menuding Merz memiliki pandangan yang membahayakan. “Dia pikir tidak masalah Iran memiliki senjata nuklir. Dia tidak tahu apa yang dia bicarakan,” kata Trump dalam pernyataannya awal pekan ini.

Tak hanya Jerman, Trump juga membuka kemungkinan penarikan pasukan dari negara Eropa lainnya. Dalam pernyataan di Gedung Putih, ia menyebut Italia dan Spanyol tidak memberikan dukungan yang cukup selama konflik berlangsung.

“Italia tidak banyak membantu kami, dan Spanyol benar-benar buruk, sangat buruk,” ujar Trump. Saat ditanya kemungkinan penarikan pasukan, ia menjawab, “Ya, mungkin saja. Kenapa tidak?”

Data terbaru menunjukkan, hingga akhir 2025 terdapat sekitar 36.436 tentara AS yang ditempatkan di Jerman, 12.662 di Italia, dan 3.814 di Spanyol.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menyatakan negaranya siap menghadapi pengurangan pasukan AS. Ia menegaskan bahwa komunikasi dengan sekutu NATO tetap berjalan erat dan penuh kepercayaan.

Meski demikian, Wadephul menekankan bahwa sejumlah pangkalan militer strategis AS di Jerman tidak akan terpengaruh. Salah satunya adalah Ramstein Air Base yang disebut memiliki peran vital bagi kedua negara.

“Pangkalan seperti Ramstein memiliki fungsi yang tidak tergantikan, baik bagi Amerika Serikat maupun bagi kami,” ujarnya.

Di sisi lain, Uni Eropa menegaskan bahwa kehadiran militer AS di Eropa juga merupakan kepentingan strategis Washington. Uni Eropa menyebut AS tetap menjadi mitra penting dalam menjaga keamanan dan pertahanan kawasan.

 Sumber: TRT World

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.