Mantan Wamen AS: Trump Tak Punya Strategi yang Jelas dalam Perang Lawan Iran

AKURAT.CO Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Wendy Sherman mengkritik kebijakan Presiden Donald Trump dalam menangani konflik dengan Iran.
Ia menilai pemerintah AS tidak memiliki strategi yang jelas serta proses pengambilan keputusan yang tidak koheren.
Pernyataan tersebut dikutip dari Pars Today, Minggu (3/5/2026) yang melaporkan bahwa Sherman menekankan pentingnya kembali ke jalur diplomasi untuk menyelesaikan krisis. Ia menyebut tanpa pendekatan tersebut, konflik tidak akan menemukan jalan keluar.
Baca Juga: Pakar Sebut Amerika Kalah atas Iran dalam Strategi Perang
Sherman, yang pernah terlibat dalam perundingan nuklir hingga melahirkan kesepakatan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), membandingkan kondisi saat ini dengan masa negosiasi sebelumnya.
Menurutnya, saat itu Amerika Serikat memiliki tim perunding dan proses pengambilan keputusan yang lebih rasional.
Ia juga menanggapi klaim keberhasilan operasi militer AS dengan menyebut situasi yang terjadi justru kebuntuan.
“Hegseth mengatakan militer telah bekerja luar biasa dan mencapai tujuannya, tetapi kenyataannya yang terjadi sekarang adalah kebuntuan antara kendali Iran atas Selat Hormuz dan blokade angkatan laut AS terhadap Iran,” ujarnya.
Sherman mengkritik pendekatan tekanan yang dilakukan Trump, termasuk sanksi dan ancaman militer.
“Trump berpikir ia dapat terus menghukum Iran dan pada akhirnya Amerika Serikat akan lebih kuat bertahan. Namun, seperti dikatakan banyak analis, asumsi ini tidak benar,” katanya.
Menurutnya, strategi tersebut tidak akan mengubah sikap Iran dan justru memperpanjang kebuntuan. Ia menilai ketiadaan strategi yang jelas, minimnya keahlian terkait Iran, serta pendekatan yang menekan dalam negosiasi menjadi faktor kegagalan kebijakan tersebut.
Baca Juga: Warga Pati Geruduk Rumah Pimpinan Ponpes, Dugaan Pelecehan Puluhan Santriwati Memicu Amarah
Pars Today juga mencatat sejumlah pakar lain seperti John Mearsheimer dan Richard Haass memiliki pandangan serupa.
Mereka menilai kebijakan Trump terhadap Iran tidak hanya gagal mencapai tujuan, tetapi juga merugikan kepentingan Amerika Serikat.
Para analis menegaskan bahwa solusi yang memungkinkan adalah kembali ke diplomasi yang realistis serta membuka ruang kesepakatan yang dapat menurunkan ketegangan antara kedua negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









