Akurat Logo

Analis dan Pakar Militer: Selat Hormuz Akan Jadi Simbol Kegagalan AS dalam Perang Lawan Iran

Lufaefi | 14 April 2026, 10:00 WIB
Analis dan Pakar Militer: Selat Hormuz Akan Jadi Simbol Kegagalan AS dalam Perang Lawan Iran
Selat Hormuz Iran (istimewa)

AKURAT.CO Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dinilai belum menutup babak ketegangan di kawasan Teluk. Sejumlah pakar militer dan analis Barat justru melihat dinamika di Strait of Hormuz berpotensi menjadi simbol kegagalan Washington dalam mencapai tujuan strategisnya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengancam akan mengambil langkah tegas terkait jalur pelayaran vital tersebut setelah perundingan dengan Teheran menemui jalan buntu. Namun, menurut sejumlah pengamat, ancaman itu tidak diikuti capaian politik maupun militer yang jelas.

Mengutip Al Jazeera terkait diskusi analis Amerika dan Inggris, Senin (13/4/2025), sejumlah media Barat menilai pertanyaan utama pascaperang bukan lagi soal siapa yang lebih unggul secara militer, melainkan apakah Amerika Serikat keluar dari konflik ini dalam posisi lebih kuat atau justru melemah.

Baca Juga: Jarang Terjadi, PM Italia Giorgia Meloni Akhirnya Kecam Trump yang Menyerang Paus Leo XIV

Kolumnis The New York Times, Carlos Lozada, dalam perbincangan dengan penulis A J Dion, menekankan bahwa hasil perang tidak dapat disebut sebagai kemenangan. Menurutnya, Washington tidak berhasil menghentikan secara permanen program nuklir Iran, tidak melumpuhkan kemampuan rudalnya, dan tidak memicu perubahan rezim seperti yang sempat diperkirakan sejumlah pihak.

Dalam konteks inilah, pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi sorotan. Sejumlah analis menilai isu tersebut bukanlah tujuan awal intervensi militer, melainkan berkembang menjadi fokus baru setelah konflik menciptakan kebuntuan strategis. Alih-alih mencetak pencapaian, pemerintahan Trump dinilai justru berupaya mengatasi krisis yang muncul akibat eskalasi itu sendiri.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi