Akurat Logo

Amerika Serikat Lumpuhkan Kapal Tanker Iran di Teluk Oman

Fitra Iskandar | 7 Mei 2026, 08:02 WIB
Amerika Serikat Lumpuhkan Kapal Tanker Iran di Teluk Oman
Teluk Oman. Foto: Wikipedia

AKURAT.CO Militer Amerika Serikat kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran setelah melumpuhkan sebuah kapal tanker berbendera Iran di Teluk Oman. Insiden ini terjadi di tengah memanasnya situasi keamanan di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi distribusi minyak dunia.

Komando Pusat Militer AS United States Central Command atau CENTCOM menyatakan kapal tanker M/T Hasna dicegat saat berlayar menuju pelabuhan Iran melalui perairan internasional. Washington menuduh kapal tersebut melanggar blokade laut yang diberlakukan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Menurut CENTCOM, kapal tanker yang tidak membawa muatan itu telah menerima sejumlah peringatan sebelum akhirnya jet tempur F/A-18 Super Hornet milik Angkatan Laut AS yang lepas landas dari USS Abraham Lincoln (CVN-72) menembakkan peluru kaliber 20 mm ke arah kapal.

Serangan tersebut dilaporkan melumpuhkan sistem kemudi kapal sehingga tanker tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju Iran. CENTCOM menegaskan blokade terhadap kapal yang masuk maupun keluar dari pelabuhan Iran “masih berlaku penuh”.

Di Gedung Putih, Presiden AS Donald Trump mengklaim situasi di Selat Hormuz kini “sebagian besar terkendali”. Trump menyebut pasukan AS telah membangun “tembok baja” di jalur strategis tersebut.

Sebelumnya, Trump mengumumkan operasi militer bernama “Project Freedom” pada 3 Mei lalu untuk mengawal kapal-kapal yang terjebak di kawasan Hormuz. Namun operasi itu dihentikan kurang dari 48 jam kemudian setelah adanya permintaan dari Pakistan dan sejumlah negara lain, serta perkembangan pembicaraan tidak langsung dengan Iran.

Setelah penghentian operasi tersebut, angkatan laut Korps Garda Revolusi Iran menyatakan jalur pelayaran di Selat Hormuz kembali aman setelah “ancaman dari pihak agresor” berkurang.

Insiden terbaru ini memperlihatkan ketegangan antara Washington dan Teheran masih tinggi, sekaligus memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas pasokan energi global dari kawasan Timur Tengah.

Sumber: Shafaq

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.